PERSINAS ASAD

PERSINAS ASAD dan PSHT Manokwari Perkuat Persaudaraan Lewat Silaturahmi di Ngawi

Jawa Timur (07/06) – Semangat persaudaraan antarperguruan pencak silat kembali ditunjukkan melalui silaturahmi yang terjalin antara tokoh PERSINAS ASAD dan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) asal Manokwari. Momen kebersamaan tersebut berlangsung di kediaman H. Agus Irawan, SE, Dewan Penasehat PERSINAS ASAD Manokwari, di Jalan Ronggo Warsito Gang Agung, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Rabu (3/6/2026).

Kunjungan dilakukan oleh Purwanto, SE, warga sekaligus pengurus PSHT Manokwari. Meski berasal dari perguruan yang berbeda, keduanya memiliki hubungan yang erat karena sama-sama aktif sebagai pengurus Paguyuban Eks Karesidenan Madiun di Manokwari (KARIMA).

Selama ini, KARIMA menjadi wadah kebersamaan masyarakat asal Madiun Raya yang berdomisili di Manokwari. Melalui organisasi tersebut, berbagai kegiatan sosial dan budaya kerap dilaksanakan, termasuk keterlibatan dalam pawai budaya nusantara yang beberapa kali menampilkan pencak silat sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

Purwanto mengungkapkan bahwa kunjungan tersebut sengaja dilakukan untuk menjalin silaturahmi sekaligus menyampaikan ucapan selamat kepada keluarga H. Agus. Sebelumnya, ia belum sempat menghadiri prosesi pernikahan putri H. Agus yang berlangsung pada 31 Mei 2026 karena kondisi kesehatan yang kurang memungkinkan.

Selain mempererat hubungan persaudaraan, pertemuan tersebut juga diisi dengan diskusi ringan mengenai berbagai hal, mulai dari kehidupan perantauan hingga sejarah dan budaya daerah asal, termasuk asal-usul nama Kabupaten Ngawi.

H. Agus Irawan menyambut hangat kunjungan tersebut dan menyampaikan rasa syukur serta apresiasi atas perhatian yang diberikan. Menurutnya, silaturahmi menjadi salah satu cara terbaik untuk menjaga kebersamaan dan memperkuat hubungan antarsesama, terutama bagi masyarakat perantauan yang berasal dari daerah yang sama.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas kunjungan silaturahmi ini. Meski kami berada jauh dari Manokwari dan terpisah oleh jarak geografis, rasa persaudaraan tetap terjaga dengan baik. Ini menjadi bukti bahwa kebersamaan dan kekompakan antarwarga perguruan di Manokwari tetap kuat di mana pun berada,” ujarnya.

Silaturahmi tersebut sekaligus menjadi contoh bahwa perbedaan latar belakang organisasi tidak menjadi penghalang untuk membangun hubungan yang harmonis. Semangat persaudaraan, saling menghormati, dan menjaga komunikasi yang baik menjadi nilai penting yang terus dijaga oleh para pegiat pencak silat di berbagai daerah.

Melalui pertemuan sederhana namun penuh makna itu, PERSINAS ASAD dan PSHT Manokwari menunjukkan bahwa pencak silat tidak hanya menjadi sarana pembinaan bela diri, tetapi juga wadah mempererat persatuan dan memperkuat ikatan sosial di tengah masyarakat.