PERSINAS ASAD

ASAD Cetak Generasi Baru, Farhan Pakaya Juarai Jurus Tunggal Baku Kasuari Championship II

PAPUA BARAT DAYA – PERSINAS ASAD kembali menunjukkan konsistensinya dalam melahirkan pesilat berprestasi di nomor seni. Farhan Pakaya sukses meraih juara pertama pada kategori Jurus Tunggal Baku dalam Kasuari Championship II yang berlangsung pada 8–10 Juli 2026.

Keberhasilan tersebut menjadi tonggak lahirnya generasi penerus PERSINAS ASAD di nomor seni, melanjutkan jejak prestasi Muhammad Fahmi ASAD yang kini telah memasuki jenjang sebagai pelatih. Regenerasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan di lingkungan PERSINAS ASAD terus berjalan secara berkesinambungan.

Farhan tampil meyakinkan sepanjang pertandingan dengan memperagakan Jurus Tunggal Baku secara presisi, sehingga mampu mengungguli para pesaing dari berbagai perguruan. Prestasi ini semakin memperkuat tradisi PERSINAS ASAD sebagai salah satu perguruan yang konsisten mencetak juara di nomor seni pencak silat.

Jurus Tunggal Baku IPSI merupakan kategori seni yang memperagakan rangkaian gerakan baku selama tiga menit. Jurus tersebut terdiri atas 14 rangkaian gerakan, meliputi tujuh gerakan tangan kosong, tiga gerakan menggunakan golok, serta empat gerakan menggunakan toya. Selain menjadi nomor resmi dalam berbagai kejuaraan, jurus ini juga menjadi bagian penting dalam upaya melestarikan seni dan budaya pencak silat sebagai warisan bangsa.

Di lingkungan PERSINAS ASAD, pembelajaran Jurus Tunggal Baku tidak hanya diarahkan untuk mencetak prestasi di arena pertandingan. Penguasaan jurus juga dikembangkan sebagai media pelestarian budaya yang dapat ditampilkan dalam berbagai kegiatan masyarakat, seperti pesta pernikahan, khitanan, pawai budaya, hingga pertunjukan seni.

Pelatih PERSINAS ASAD, Aipda Ichsan Purnama, mengatakan bahwa Farhan Pakaya merupakan salah satu pesilat yang telah dipersiapkan melalui pembinaan berjenjang dan pengalaman mengikuti berbagai kejuaraan.

“Farhan Pakaya adalah salah satu pesilat PERSINAS ASAD yang kami persiapkan secara bertahap. Sebelumnya ia telah mengikuti Bintang Pelajar Championship dan kini berhasil menjadi juara pada Kasuari Championship II. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi pesilat-pesilat PERSINAS ASAD lainnya untuk terus berlatih dan mengharumkan nama perguruan,” ujar Ichsan.

Keberhasilan Farhan Pakaya tidak hanya menjadi kebanggaan bagi PERSINAS ASAD, tetapi juga menunjukkan bahwa regenerasi pesilat terus berjalan dengan baik. Melalui pembinaan yang konsisten dan berorientasi pada prestasi sekaligus pelestarian budaya, PERSINAS ASAD terus menyiapkan generasi penerus yang siap mempertahankan tradisi juara serta menjaga eksistensi pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.