PERSINAS ASAD

ASAD Bandung Sukses Gelar Pasanggiri Putra, Pasadena Raih Juara Umum

Jawa Barat (14/07) – PERSINAS ASAD Kota Bandung Wilayah Tegallega sukses menggelar Pasanggiri ASAD Putra di Joglo Pasadena, Caringin, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, Minggu (12/7/2026). Kegiatan ini menjadi ajang pembinaan sekaligus pelestarian seni beladiri pencak silat yang diikuti ratusan pesilat dari berbagai kelompok usia.

Sebanyak lebih dari 170 pesilat, mulai dari kategori usia dini hingga usia istimewa di atas 60 tahun, turut ambil bagian dalam pasanggiri tersebut. Para peserta menampilkan kemampuan terbaiknya pada 67 penampilan yang terbagi dalam beberapa kategori, yakni perorangan, berkelompok, massal, serta Aplikasi Teknik dan Teori (ATT).

Kegiatan berlangsung semarak dengan dihadiri Pembina Pengurus Provinsi PERSINAS ASAD Jawa Barat yang memberikan sambutan sekaligus apresiasi atas semangat para peserta dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya bangsa melalui pencak silat.

Pada akhir perlombaan, Kontingen Pasadena, Kecamatan Babakan Ciparay, berhasil keluar sebagai Kontingen Terbaik I setelah mengoleksi 7 medali emas dan 2 medali perak tanpa kehilangan satu pun medali perunggu.

Berikut perolehan medali seluruh kontingen:

  • Pasadena (Babakan Ciparay): 7 emas, 2 perak, 0 perunggu.
  • Panjunan (Astana Anyar): 2 emas, 2 perak, 3 perunggu.
  • Parasdi (Bojongloa Kidul): 2 emas, 0 perak, 4 perunggu.
  • Cibolerang (Babakan Ciparay): 1 emas, 4 perak, 2 perunggu.
  • Sukaleueur (Bojongloa Kaler): 0 emas, 2 perak, 1 perunggu.
  • Panyileukan (Bojongloa Kaler): 0 emas, 2 perak, 0 perunggu.
  • Pasirkoja (Bojongloa Kaler): 0 emas, 1 perak, 2 perunggu.

Di balik persaingan yang berlangsung sportif, salah satu momen paling berkesan terjadi saat kategori perorangan menampilkan seorang pesilat disabilitas. Dengan penuh percaya diri, ia memperagakan jurus yang telah dipersiapkan di hadapan dewan juri dan ratusan penonton.

Penampilan tersebut mendapat apresiasi luar biasa. Suasana yang semula riuh berubah menjadi haru ketika banyak penonton memberikan tepuk tangan panjang, bahkan tidak sedikit yang meneteskan air mata karena terinspirasi oleh semangat dan keteguhan sang pesilat.

Momen tersebut menjadi pengingat bahwa pencak silat adalah ruang yang terbuka bagi semua kalangan tanpa memandang keterbatasan fisik. Semangat untuk belajar, berlatih, dan melestarikan budaya menjadi nilai utama yang dijunjung tinggi oleh PERSINAS ASAD.

Melalui penyelenggaraan Pasanggiri ASAD Putra ini, PERSINAS ASAD Kota Bandung Wilayah Tegallega kembali menegaskan komitmennya dalam membina pesilat berkarakter luhur sekaligus menjaga kelestarian pencak silat sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. Selain menjadi ajang unjuk kemampuan, pasanggiri ini juga mempererat silaturahim antarwarga PERSINAS ASAD serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni beladiri warisan bangsa.