PERSINAS ASAD

ASAD Restrukturisasi 25 Pengprov, Fokus Organisasi Efektif dan Pembinaan Pesilat

JAKARTA (31/07) — Pengurus Besar Perguruan Pencak Silat Nasional (PERSINAS ASAD) menggelar Konsolidasi Nasional melalui Zoom Meeting, Kamis (30/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat organisasi sekaligus menindaklanjuti amanat Musyawarah Nasional (Munas) PB PERSINAS ASAD Januari 2026.

Konsolidasi nasional hadiri Ketua Umum PB PERSINAS ASAD, Sekretaris Umum, Bendahara Umum, para ketua bidang, pengurus provinsi se-Indonesia, serta perwakilan PERSINAS ASAD Australia.

Dalam agenda utama rapat, Sekretaris Bidang Organisasi Mas Eko Rosyid membacakan 25 Surat Keputusan (SK) restrukturisasi kepengurusan provinsi PERSINAS ASAD. Restrukturisasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun organisasi yang lebih sederhana, efektif, dan efisien.

Ketua Umum PB PERSINAS ASAD menegaskan, kepengurusan baru diarahkan pada tiga mesin penggerak utama, yakni bidang organisasi, bidang prestasi, serta bidang seni ilmu bela diri dan tradisi.

“Organisasi harus kecil, efektif, dan efisien. Setiap bidang harus mampu bekerja maksimal sesuai tugas dan tanggung jawabnya,” ujar Ketua Umum dalam arahannya.

Sebanyak 25 provinsi yang telah menerima SK restrukturisasi antara lain Papua Tengah, Banten, Sulawesi Tenggara, Bali, Sulawesi Utara, Gorontalo, DKI Jakarta, Papua, Kalimantan Barat, Papua Barat, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan, Papua Barat Daya, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Lampung, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, Maluku Utara, Sulawesi Barat, Jambi, Riau, dan Kalimantan Utara.

Sementara itu, Ketua Bidang Organisasi, H. Deni Hendrik Akbar mengungkapkan tujuh provinsi yang belum menyerahkan data restrukturisasi diminta segera berkoordinasi dengan PB PERSINAS ASAD agar proses penyusunan SK dapat segera diselesaikan.

Dalam konsolidasi tersebut juga disampaikan keputusan terkait moratorium sementara Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) atau kenaikan sabuk. Kebijakan tersebut dilakukan hingga penyempurnaan kurikulum bela diri PERSINAS ASAD selesai.

Meski demikian, kegiatan penderesan atau latihan rutin tetap berjalan minimal satu kali dalam satu bulan sesuai mekanisme yang berlaku.

Ketua Umum juga menyampaikan bahwa sembilan aliran dalam PERSINAS ASAD tidak diberikan kepada seluruh warga secara umum, melainkan akan dikelola melalui kaderisasi khusus agar nilai keilmuan tetap terjaga dan tidak terputus.

Sementara itu, Ketua Bidang Prestasi PB PERSINAS ASAD H. Eka Yulianto menyampaikan sejumlah program prioritas untuk meningkatkan kualitas pembinaan pesilat.

Salah satu fokus utama adalah penyusunan kurikulum Boarding School dan pondok pesantren yang telah selesai dan akan segera disosialisasikan. Program tersebut akan dimulai melalui pilot project di Wali Barokah Boarding School (WBBS) Jawa Timur.

Selain itu, PB PERSINAS ASAD juga akan melakukan penyempurnaan kurikulum perguruan, peningkatan kompetensi pelatih melalui seminar dan workshop sport science, serta pendataan pesilat potensial untuk menghadapi berbagai kejuaraan, termasuk Porprov 2026.

“Target besar kita adalah pesilat PERSINAS ASAD mampu tampil dan berprestasi di PON 2028. Jalurnya dimulai dari Porprov, Prapon hingga PON,” kata H. Eka.

PB PERSINAS ASAD juga berencana menggelar pertandingan internal perguruan sebagai upaya membangkitkan kembali semangat latihan dan kompetisi di seluruh daerah.

Ketua Bidang Seni Ilmu Bela Diri dan Tradisi PERSINAS ASAD, Mas Fanny Latief, menjelaskan lima program utama bidangnya.

Program tersebut meliputi tata kelola penderesan, standarisasi kurikulum sembilan aliran, pengembangan seni bela diri, rekonstruksi 14 salam pembuka, serta digitalisasi materi gerakan.

Digitalisasi dilakukan untuk memastikan keseragaman gerakan PERSINAS ASAD dari tingkat pusat hingga daerah.

Nantinya, video tutorial akan disiapkan sebagai panduan bagi pengurus provinsi, kabupaten/kota, pelatih, dan pembina agar pemahaman gerakan dapat diterapkan secara seragam.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan PERSINAS ASAD Australia juga menyampaikan perkembangan pembinaan di luar negeri.

PB PERSINAS ASAD merencanakan kunjungan ke Melbourne pada Agustus 2026 untuk agenda silaturrahim dan penjajakan kerja sama dengan Australian Pencak Silat Federation (APFS).

Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat pengembangan PERSINAS ASAD di Australia, termasuk pengiriman pelatih berlisensi dan pembinaan pesilat untuk menghadapi kejuaraan internasional.

Ketua Umum PB PERSINAS ASAD juga menginstruksikan agar sertifikat pelatih dibuat lebih komprehensif dengan mencantumkan bidang keahlian dan penilaian kompetensi sehingga dapat diakui secara resmi di luar negeri.

Dalam arahannya, Ketua Umum kembali mengingatkan tiga tujuan utama belajar PERSINAS ASAD sesuai nasehat Guru Besar, yaitu menjaga kesehatan, memiliki kemampuan pembelaan diri, serta mempersiapkan diri untuk memperjuangkan agama sesuai kemampuan masing-masing.

Ia juga meminta seluruh pengurus menjaga kekompakan, mengutamakan kerja sama, serta menggunakan anggaran organisasi secara tepat sasaran.

Seluruh pengurus provinsi yang telah menerima SK restrukturisasi diminta segera menyusun program kerja dan rencana anggaran untuk pelaksanaan kegiatan hingga akhir 2026.

Melalui konsolidasi nasional ini, PB PERSINAS ASAD berharap seluruh jajaran pengurus dapat bergerak bersama membangun organisasi yang semakin solid, modern, dan mampu mencetak pesilat berprestasi sekaligus menjaga nilai luhur pencak silat.