Bima Taufik Hidayat, Pesilat ASAD Jambi Sabet Emas di Piala Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol 2026
Jambi — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pesilat PERSINAS ASAD Jambi. Bima Taufik Hidayat berhasil meraih medali emas setelah keluar sebagai juara pertama pada kategori tanding kelas A dewasa dalam Kejuaraan Pencak Silat Open Championship Piala Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol Tahun 2026.
Kejuaraan tersebut berlangsung pada 6–9 September 2026 di Gedung Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Padang (UNP), Padang, Sumatera Barat. Ajang yang diselenggarakan oleh Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol itu menjadi salah satu wadah untuk menjaring dan menguji kemampuan atlet-atlet pencak silat terbaik dari berbagai daerah.
Bima Taufik Hidayat tampil penuh percaya diri sepanjang pertandingan. Pesilat PERSINAS ASAD Jambi tersebut mampu menunjukkan kemampuan teknik, ketahanan fisik, serta mental bertanding yang matang hingga akhirnya mengamankan posisi teratas di kelas A dewasa.
Keberhasilan Bima tidak datang secara instan. Prestasi tersebut merupakan buah dari latihan yang dilakukan secara konsisten, kedisiplinan atlet, serta pendampingan tim pelatih. Dalam menghadapi kejuaraan, persiapan tidak hanya difokuskan pada kemampuan teknik, tetapi juga kondisi fisik dan kesiapan mental agar atlet mampu tampil maksimal saat berada di gelanggang.
Pelatih PERSINAS ASAD Jambi, Aryes Husnul Hakim, mengapresiasi perjuangan Bima yang mampu mempertahankan fokus hingga pertandingan berakhir.
“Alhamdulillah, Bima bisa memberikan hasil terbaik. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi kami. Kemenangan ini tidak lepas dari latihan dan persiapan yang dilakukan sebelumnya. Yang paling penting, kami ingin atlet tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga mampu menjaga sportivitas, disiplin, dan mental bertanding,” ujar Aryes.
Menurutnya, keberhasilan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi Bima dan pesilat PERSINAS ASAD Jambi lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan. Setiap pertandingan, kata dia, merupakan pengalaman penting untuk mengevaluasi kekurangan sekaligus memperkuat kemampuan atlet menghadapi kompetisi berikutnya.
Kejuaraan Piala Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol 2026 sendiri menjadi ajang kompetitif yang mempertemukan pesilat dari unsur militer dan masyarakat umum. Berdasarkan pemberitaan terkait pembukaan kejuaraan, terdapat ratusan peserta yang mengikuti berbagai kategori pertandingan. Ajang ini juga diarahkan untuk menumbuhkan sportivitas, persaudaraan, serta pembinaan atlet pencak silat.
Bagi PERSINAS ASAD Jambi, raihan emas Bima menjadi tambahan motivasi dalam pembinaan atlet secara berkelanjutan. Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa proses latihan yang disiplin dan terarah dapat melahirkan pesilat yang mampu bersaing di tingkat yang lebih luas.
Aryes berharap capaian Bima tidak membuat atlet cepat berpuas diri. Sebaliknya, medali emas tersebut harus menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas latihan dan meraih prestasi yang lebih tinggi.
“Medali emas ini bukan akhir. Justru menjadi motivasi agar Bima semakin rajin berlatih dan memperbaiki kekurangan. Kami berharap ke depan semakin banyak pesilat PERSINAS ASAD Jambi yang mampu berprestasi dan membawa nama baik Jambi,” katanya.
Raihan juara pertama Bima Taufik Hidayat pada Piala Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol 2026 pun menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah tetap menjadi kunci dalam perjalanan seorang atlet menuju podium juara.
