ASAD Jayapura Perkuat Pembinaan Pesilat Lewat Latihan Rutin di Padepokan Waena
Papua – PERSINAS ASAD Kota Jayapura terus memperkuat pembinaan pesilat melalui latihan rutin di Padepokan Waena, Kota Jayapura, Senin (14/9/2026).
Latihan tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pencak silat, tetapi juga menjadi sarana membangun kedisiplinan, kekompakan, kebugaran, dan karakter luhur para pesilat.
Latihan dipandu Pelatih Suranto dengan sejumlah materi, mulai dari pemanasan, latihan fisik, teknik dasar pencak silat, pendalaman jurus, hingga pembinaan mental dan sikap.
Para anggota dan generasi muda PERSINAS ASAD Kota Jayapura mengikuti latihan dengan antusias. Latihan rutin menjadi bagian penting dalam menjaga kemampuan pesilat sekaligus membangun kebersamaan di antara anggota.
Pelatih Suranto menekankan pentingnya konsistensi dalam berlatih. Menurutnya, pencak silat tidak semata-mata mengajarkan kemampuan bela diri, tetapi juga menjadi sarana membentuk pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, sportif, serta memiliki karakter luhur.
“Latihan harus dilakukan secara konsisten. Pencak silat bukan hanya tentang kemampuan bela diri, tetapi juga membentuk pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, sportif, dan memiliki karakter luhur,” ujar Suranto.
Pembinaan yang dilakukan secara rutin diharapkan dapat membantu para pesilat meningkatkan kemampuan secara bertahap. Selain aspek teknik, pembinaan juga diarahkan pada pembentukan sikap dan mental yang menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang pesilat.
Bagi generasi muda, latihan pencak silat juga menjadi ruang untuk mengisi waktu dengan kegiatan positif. Interaksi selama latihan mendorong terciptanya rasa persaudaraan dan kekompakan antarpesilat.
PERSINAS ASAD Kota Jayapura pun terus mendorong agar kegiatan latihan dapat menjadi bagian dari proses pembinaan generasi muda yang sehat, tangguh, disiplin, dan berprestasi.
Latihan rutin di Padepokan Waena menjadi bukti bahwa pencak silat memiliki peran lebih luas dari sekadar olahraga bela diri. Di dalamnya terdapat proses pembentukan karakter, penguatan persaudaraan, serta penanaman semangat untuk terus berkembang dan berprestasi.
