PERSINAS ASAD

ASAD Merangin Kukuhkan Hasbiana Walad sebagai Ketua Masa Bakti 2026–2031

Jambi — PERSINAS ASAD Kabupaten Merangin memasuki babak baru kepengurusan. Hasbiana Walad dipercaya memimpin PERSINAS ASAD Kabupaten Merangin untuk masa bakti 2026–2031.

Pengukuhan pengurus berlangsung di Masjid Baitul Makmur, Kelurahan Pematang Kandis, Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin, Jambi, Senin (5/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Pengurus Provinsi PERSINAS ASAD Jambi, di antaranya Ketua Pengprov PERSINAS ASAD Jambi H. Wahyudi, S.E., Wakil Ketua Qurotaayun, Bendahara Ahmad Salos, serta Sekretaris Khabib Abdul.

Sekitar 35 peserta hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari pembina hingga perwakilan padepokan di tingkat kelurahan dan kecamatan se-Kabupaten Merangin.

Kehadiran perwakilan dari berbagai wilayah tersebut menjadi bagian dari konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam pembinaan pencak silat di Kabupaten Merangin.

Usai dikukuhkan, Hasbiana Walad menyampaikan bahwa amanah kepengurusan selama lima tahun ke depan akan dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan kebersamaan.

Ia berharap seluruh pengurus, pembina, pelatih, serta unsur kecamatan dapat bersinergi dalam menjalankan program organisasi, khususnya pembinaan generasi muda dan peningkatan prestasi pesilat.

“Ini merupakan amanah yang harus kita jalankan bersama. Saya berharap seluruh pengurus, pembina, pelatih dan unsur kecamatan dapat saling bersinergi untuk memajukan PERSINAS ASAD di Kabupaten Merangin, khususnya dalam pembinaan generasi muda dan peningkatan prestasi,” ujar Hasbiana Walad.

Sementara itu, Ketua Pengprov PERSINAS ASAD Jambi H. Wahyudi berpesan agar jajaran pengurus Merangin tidak hanya fokus pada kemampuan pencak silat. Pembinaan karakter juga harus menjadi bagian penting dalam proses pendidikan pesilat.

Ia menekankan pentingnya penerapan 29 karakter luhur dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pembinaan perlu dilakukan secara berjenjang, mulai dari anak-anak hingga tingkat dewasa.

“Ini adalah amanah yang telah ditetapkan, sehingga harus kita jalankan dengan sungguh-sungguh. Persiapkan pembinaan mulai dari anak-anak sampai tingkat dewasa. Jangan hanya mengejar kemampuan pencak silat, tetapi 29 karakter luhur juga harus terus dipraktikkan dalam kehidupan,” pesan H. Wahyudi.

H. Wahyudi juga mengingatkan pentingnya musyawarah dalam menjalankan roda organisasi. Setiap persoalan maupun rencana program, kata dia, perlu dibicarakan bersama agar dapat dilaksanakan secara baik dan terarah.

“Kunci dalam organisasi ini adalah musyawarah. Dengan musyawarah, insyaallah segala sesuatu dapat berjalan dengan lancar. Apa yang sudah direncanakan juga harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.

Selain pembentukan karakter, H. Wahyudi mendorong PERSINAS ASAD Merangin untuk memperkuat pembinaan prestasi. Menurutnya, prestasi yang diraih seorang pesilat tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga mengangkat nama baik perguruan.

Pencak silat juga dapat menjadi salah satu jalur bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi dan meraih prestasi di bidang olahraga. Karena itu, pembinaan yang terarah dan berkelanjutan dinilai penting untuk melahirkan pesilat berprestasi.

Pengukuhan Pengurus PERSINAS ASAD Merangin masa bakti 2026–2031 pun menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan pembinaan pencak silat di daerah.

Dengan mengedepankan musyawarah, konsistensi dalam menjalankan program, serta sinergi antara pengurus, pembina dan pelatih, PERSINAS ASAD Merangin diharapkan semakin solid dalam membina generasi muda yang berprestasi, disiplin, dan berkarakter luhur.