PERSINAS ASAD

ASAD Jawa Barat Ikuti Konsolidasi Nasional, Perkuat Koordinasi Humas dan Media Organisasi

JAWA BARAT — Pengurus PERSINAS ASAD Jawa Barat mengikuti Konsolidasi Nasional Humas dan Media yang digelar pada Jumat (9/10/2026) di Graha Aulia, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Kegiatan ini menjadi upaya menyamakan persepsi sekaligus memperkuat koordinasi kehumasan di seluruh tingkatan kepengurusan.

Konsolidasi tersebut diikuti jajaran pengurus provinsi serta pengurus kabupaten/kota dari berbagai daerah di Indonesia. Melalui kegiatan ini, PERSINAS ASAD berupaya membangun mekanisme kerja Humas dan Media yang lebih terarah, terkoordinasi, dan efektif dalam menyampaikan informasi organisasi kepada masyarakat.

Ketua Umum PB PERSINAS ASAD, Marsma TNI (Purn.) H. Sukur, M.Si. (Han), menegaskan bahwa Humas memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menyampaikan informasi sekaligus menjadi representasi resmi organisasi kepada publik.

Menurut Sukur, Humas merupakan corong organisasi yang bertanggung jawab menyampaikan informasi secara jelas, terperinci, dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, setiap jajaran pengurus perlu memahami aturan serta mekanisme kerja kehumasan.

“Kehumasan di dalam suatu organisasi itu sangat penting karena mereka menjadi frontliner atau garis depan organisasi. Humas adalah corongnya organisasi,” ujar Sukur.

Ia menambahkan, koordinasi dan musyawarah diperlukan untuk memastikan pembagian tugas serta arah kerja kehumasan berjalan selaras, mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota hingga kecamatan.

Sukur juga mengapresiasi pelaksanaan fungsi kehumasan yang selama ini telah berjalan. Namun, ia meminta seluruh jajaran tetap melakukan evaluasi dan memperbaiki berbagai kekurangan agar kualitas komunikasi serta publikasi organisasi terus meningkat.

Konsolidasi nasional tersebut diikuti peserta dari sekitar 305 titik kepengurusan di seluruh Indonesia secara serentak. Partisipasi ini mencerminkan upaya memperkuat koordinasi dan menyelaraskan pola komunikasi organisasi secara nasional.

Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Umum PB PERSINAS ASAD, Weda Hendragiri, S.Pd., M.M. Dalam pengantarnya, Weda menjelaskan bahwa konsolidasi bertujuan menyamakan persepsi mengenai peran, tugas, dan mekanisme kerja Humas dan Media di seluruh tingkatan kepengurusan.

Melalui penyamaan persepsi tersebut, pengurus diharapkan memiliki pola kerja yang selaras dalam menjalankan fungsi kehumasan, mulai dari Pengurus Besar (PB), pengurus provinsi, kabupaten/kota hingga kecamatan.

Selanjutnya, Ketua Departemen Humas dan Media PB PERSINAS ASAD, H. Abdul Soleh, yang mengikuti kegiatan dari studio Jawa Barat, memaparkan mekanisme kerja kehumasan dan media di lingkungan organisasi.

Materi yang disampaikan meliputi tata cara pengiriman konten kegiatan dari jajaran pengurus daerah kepada PB PERSINAS ASAD. Peserta juga mendapatkan sosialisasi mengenai media resmi PB PERSINAS ASAD sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem publikasi organisasi.

Dengan mekanisme tersebut, informasi kegiatan dari berbagai daerah diharapkan dapat dihimpun, dikelola, dan disebarluaskan secara lebih terarah. Publikasi yang terkoordinasi juga diharapkan mampu menggambarkan kegiatan organisasi, pembinaan, prestasi pesilat, serta kontribusi PERSINAS ASAD kepada masyarakat.

Selain mendukung komunikasi internal, fungsi kehumasan juga diharapkan berkontribusi terhadap program Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), terutama dalam pengembangan prestasi dan pelestarian pencak silat sebagai seni bela diri sekaligus warisan budaya bangsa.

Melalui publikasi yang terencana dan berkesinambungan, kegiatan pembinaan, pencapaian pesilat, serta pelestarian tradisi pencak silat diharapkan semakin dikenal masyarakat, baik di dalam negeri maupun mancanegara.

Keikutsertaan PERSINAS ASAD Jawa Barat dalam konsolidasi ini diharapkan memperkuat sinergi antarpengurus sekaligus mendorong peningkatan kualitas publikasi. Dengan koordinasi yang baik, Humas dan Media di setiap tingkatan diharapkan mampu menjalankan perannya secara profesional dalam mendukung perkembangan organisasi dan kemajuan pencak silat Indonesia.