PERSINAS ASAD

IPSI Wonogiri Gelar Penataran Pelatih Bersertifikasi, Diikuti Lebih dari 50 Peserta

Jawa Tengah (14/10) – Pengurus Kabupaten Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Wonogiri menggelar Penataran Pelatih IPSI selama dua hari, Rabu–Kamis (14–15 Oktober 2026), di GOR Giri Mandala, Wonogiri, Jawa Tengah. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) kepelatihan sekaligus mendorong pemerataan pelatih bersertifikasi di wilayah tersebut.

Penataran secara resmi dibuka oleh Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Wonogiri, Drs. Sungkono, M.M. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi langkah IPSI Wonogiri yang berupaya memperkuat kualitas pelatih sebagai bagian dari pembinaan olahraga berkelanjutan.

Menurut Sungkono, pencapaian prestasi olahraga tidak bisa dilakukan secara instan, tetapi membutuhkan proses pembinaan yang terencana dan didukung pelatih berkualitas.

“Pembinaan olahraga bukan hanya sekadar mengejar prestasi insidental, melainkan proses panjang untuk mempersiapkan atlet menuju prestasi yang maksimal. Kami mengapresiasi IPSI Wonogiri sebagai salah satu cabang olahraga dengan keanggotaan sangat besar yang telah melangkah maju menyiapkan SDM pelatih secara merata,” ujarnya.

Ia berharap ketersediaan pelatih berkualitas hingga ke berbagai wilayah di Kabupaten Wonogiri dapat meningkatkan persaingan prestasi antarpesilat sekaligus memperkuat pembinaan pencak silat secara berkesinambungan.

Sementara itu, Ketua IPSI Kabupaten Wonogiri, Weda Hendragiri, menjelaskan bahwa penataran tersebut merupakan bagian dari program kerja IPSI tahun 2026, selain penyelenggaraan kompetisi secara rutin.

Kegiatan ini diikuti lebih dari 50 peserta yang merupakan perwakilan berbagai perguruan pencak silat dan instansi sekolah di Kabupaten Wonogiri. Melalui kegiatan tersebut, IPSI berupaya memperluas ketersediaan pelatih bersertifikasi agar pembinaan pencak silat memiliki standar yang lebih merata.

“Tujuan utama yang ingin kita capai adalah pemerataan pelatih bersertifikasi IPSI, sehingga standar dan kualitas pembinaan atlet di setiap perguruan maupun sekolah dapat meningkat secara signifikan,” ungkap Weda.

Selama penataran, peserta mendapatkan pembekalan materi kepelatihan modern, teknik pembinaan atlet, hingga regulasi pertandingan terkini. Materi tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi para pelatih untuk meningkatkan kemampuan dalam menyusun program latihan dan mempersiapkan pesilat menghadapi berbagai kejuaraan.

Melalui penataran ini, IPSI Kabupaten Wonogiri berharap semakin banyak pelatih kompeten dan bersertifikasi yang mampu mendukung pembinaan pencak silat secara terarah. Upaya tersebut diharapkan turut mendorong lahirnya pesilat berprestasi yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.