Ketua DPRD Luwu Buka Festival PERSINAS ASAD, Tekankan Pembentukan Karakter Luhur
Sulawesi Tengah — Ketua DPRD Kabupaten Luwu, Ahmad Gazali, S.E., membuka Festival Bela Diri Pencak Silat Pasanggiri PERSINAS ASAD Kabupaten Luwu di Gedung Pondok Mini LDII, Belopa, Minggu (18/10/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 750 peserta ini menjadi ajang pembinaan pesilat sekaligus pelestarian pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.
Dalam sambutannya, Ahmad Gazali menekankan pentingnya pembentukan karakter luhur melalui pencak silat. Menurutnya, nilai-nilai seperti kedisiplinan, sikap hormat kepada orang tua, dan menghargai sesama perlu terus ditanamkan kepada generasi muda.
Ia menilai pencak silat bukan sekadar seni bela diri yang mengandalkan kemampuan fisik, melainkan juga sarana pendidikan karakter.
“Tema ini cukup menarik. Ada satu hal yang ingin saya garis bawahi, yaitu karakter luhur. Terkadang kita mulai kehilangan nilai-nilai tersebut, salah satunya ketika anak tidak lagi menghormati orang tuanya. Karena itu, pembentukan karakter harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Ahmad Gazali juga mengingatkan para peserta agar tidak hanya berorientasi pada kemenangan. Menurutnya, kompetisi harus menjadi sarana untuk belajar bersikap jujur, menjunjung sportivitas, menjaga persaudaraan, dan menghargai lawan.
Ia berharap festival tersebut mampu melahirkan pesilat berprestasi yang dapat mengharumkan nama Kabupaten Luwu di tingkat regional maupun nasional. Pesilat yang menang diharapkan tetap rendah hati, sedangkan mereka yang belum berhasil diminta menjadikan hasil pertandingan sebagai motivasi untuk terus berlatih.
“Melalui kompetisi ini, kita tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga menjaga kelestarian adat, budaya, dan tradisi. Jadikan pertandingan ini sebagai sarana mempererat silaturahim dan membangun karakter yang baik,” pesannya.
Diikuti 750 Peserta
Ketua PERSINAS ASAD Kabupaten Luwu, Chairuddin, S.H., yang akrab disapa Heru Patompo, mengatakan festival tersebut merupakan bagian dari upaya melestarikan pencak silat sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan pesilat.
Menurut Chairuddin, pencak silat mengajarkan lebih dari sekadar teknik bela diri. Olahraga ini juga menanamkan kedisiplinan, kebersamaan, sportivitas, dan sikap saling menghormati.
Berdasarkan data panitia, sekitar 750 peserta terdaftar dalam festival tahun ini. Mereka berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga kategori putri dan dewasa.
Rangkaian kegiatan meliputi pertandingan pada pagi hari dan seremoni pada sore hari. Festival ini juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengasah kemampuan serta mengenal berbagai jurus pencak silat, termasuk jurus khas dari masing-masing perguruan.
Chairuddin menambahkan, PERSINAS ASAD Kabupaten Luwu terus melakukan pembinaan untuk mempersiapkan pesilat menghadapi kompetisi di tingkat yang lebih tinggi. Empat pesilat disiapkan untuk mewakili Kabupaten Luwu dalam kejuaraan tingkat provinsi di wilayah Wajo dan Bone.
Selain membina pesilat di daerah sendiri, PERSINAS ASAD Kabupaten Luwu turut berkontribusi dalam pembinaan pesilat dari Kabupaten Wajo. Kerja sama tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembinaan dan memperkuat prestasi pencak silat antardaerah.
Chairuddin juga menyebut sejumlah pesilat PERSINAS ASAD Luwu pernah mewakili Sulawesi Selatan dalam ajang tingkat nasional, antara lain Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS), Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS), dan Pekan Olahraga Nasional (PON).
Pengalaman tersebut menjadi modal untuk meningkatkan kualitas pesilat melalui latihan berkelanjutan, penguatan teknik, dan penambahan pengalaman bertanding.
Perkuat Persaudaraan dan Pelestarian Budaya
Selain pertandingan, festival juga dirangkaikan dengan kegiatan jalan santai. Kegiatan ini bertujuan mempererat kebersamaan antaranggota dan masyarakat sekaligus menjaga kesehatan serta kebugaran jasmani.
Sejumlah unsur organisasi turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya dewan pembina dan dewan penasihat PERSINAS ASAD Kabupaten Luwu, Ketua Porsgi, Ketua LDII, Ketua Sako Pramuka, Ketua Senkom Kabupaten Luwu, pengurus organisasi pencak silat, pelatih, dewan juri, serta para peserta.
Melalui festival ini, PERSINAS ASAD Kabupaten Luwu berharap pencak silat semakin berkembang sebagai olahraga prestasi sekaligus sarana pendidikan karakter dan pelestarian budaya bangsa.
Kegiatan tersebut juga diharapkan memperkuat persaudaraan antarpesilat serta mendorong lahirnya generasi muda yang berprestasi, disiplin, dan berkarakter luhur.
