Diikuti 16 Pengcam, PERSINAS ASAD Semarang Tingkatkan Kualitas Pembinaan Pencak Silat
Jawa Tengah – PERSINAS ASAD Kota Semarang menggelar Training of Trainers (TOT) Tanding dan Sosialisasi Peraturan Pertandingan Pencak Silat IPSI 2026 di Gedung Graha Aulia, Semarang, Minggu (18/10/2026). Kegiatan ini diikuti para pelatih dari 16 Pengurus Kecamatan (Pengcam) se-Kota Semarang sebagai upaya meningkatkan kompetensi pelatih dan kualitas pembinaan atlet.
Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat pemahaman pelatih terhadap peraturan pertandingan pencak silat terbaru, sekaligus mendorong penerapan aturan secara tepat dalam proses latihan maupun kompetisi. Dengan pemahaman yang seragam, pembinaan atlet di setiap wilayah diharapkan semakin terarah, efektif, dan mampu menghasilkan pesilat berprestasi.
TOT menghadirkan tiga pemateri, yakni Haqiqi Salman, Bambang Budiharso, dan Arif Abdurrosid. Materi yang disampaikan mencakup peraturan terbaru kategori tanding pencak silat IPSI 2026, program latihan, serta pembahasan berbagai kendala yang dihadapi pelatih dalam pembinaan atlet di masing-masing Pengcam.
Selain penyampaian materi, kegiatan ini menjadi ruang koordinasi dan berbagi pengalaman antarpelatih. Melalui diskusi bersama, peserta diharapkan memperoleh solusi atas tantangan pembinaan sekaligus memperkuat sinergi dalam meningkatkan kualitas latihan pencak silat di Kota Semarang.
Pembina PERSINAS ASAD Kota Semarang, Umbara Kurniawan, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap TOT dapat menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan aktivitas organisasi sekaligus mendorong prestasi PERSINAS ASAD Kota Semarang.
“Dengan adanya TOT ini, kegiatan PERSINAS ASAD Kota Semarang diharapkan semakin meningkat dan lebih berprestasi. Tentunya, semua harus saling menyemangati agar generus jamaah dapat berlatih dengan semangat, lancar, dan barokah. Dengan begitu, PERSINAS ASAD Kota Semarang diharapkan mampu meraih lebih banyak prestasi di berbagai ajang pertandingan,” ungkap Umbara.
Ia juga menekankan pentingnya menghidupkan kembali latihan pencak silat secara rutin di tingkat desa, kelompok, dan Pimpinan Anak Cabang (PAC). Menurutnya, konsistensi latihan menjadi salah satu kunci dalam menjaring dan membina atlet potensial sejak dini.
“Harapannya, desa-desa, kelompok-kelompok, atau PAC dapat meningkatkan kembali kegiatan latihan secara rutin. Dengan latihan yang konsisten dan terus ditingkatkan, diharapkan lahir para juara pencak silat yang menjadi atlet berprestasi dari Kota Semarang,” tambahnya.
Melalui TOT dan sosialisasi peraturan pertandingan IPSI 2026, PERSINAS ASAD Kota Semarang berkomitmen meningkatkan kompetensi pelatih, memperkuat koordinasi antarpengurus, serta mengembangkan pola pembinaan atlet yang berkelanjutan.
Upaya ini diharapkan mampu melahirkan pesilat yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berkarakter, disiplin, dan menjunjung tinggi sportivitas. Dengan pembinaan yang terarah dan berkesinambungan, pencak silat diharapkan terus menjadi sarana pembentukan generasi muda yang tangguh serta berakhlak luhur.
(Humas PERSINAS ASAD Jateng)
