PERSINAS ASAD

Pendekar Putri PERSINAS ASAD Wonosobo Mantapkan Jurus Tradisi dan Pembinaan Pelatih

Jawa Tengah — Pendekar putri Perguruan Pencak Silat Nasional (PERSINAS ASAD) Kabupaten Wonosobo menggelar latihan bersama di Padepokan PERSINAS ASAD Wonosobo, Minggu (18/10/2026). Kegiatan ini menjadi sarana meningkatkan kemampuan teknik pencak silat, memantapkan jurus tradisi, sekaligus memperkuat pembinaan pesilat putri sesuai tingkatan sabuk.

Latihan bersama tersebut diikuti pesilat putri dari berbagai tingkatan, mulai dari sabuk putih, kuning, biru, hingga merah. Kegiatan ini turut dihadiri Pembina PERSINAS ASAD Kabupaten Wonosobo, Anton Endarwanto, yang memberikan arahan mengenai pentingnya meluruskan niat dalam mempelajari ilmu bela diri.

Dalam arahannya, Anton Endarwanto menegaskan bahwa berlatih pencak silat bukan semata-mata untuk menguasai kemampuan bela diri, melainkan juga untuk menjaga keamanan diri, memelihara kesehatan, serta membentuk karakter yang disiplin, berani, dan berakhlak mulia.

Ia mengingatkan agar setiap pesilat tidak menjadikan kemampuan bela diri sebagai sarana pamer kekuatan atau menyombongkan diri. Sebaliknya, ilmu yang dipelajari hendaknya digunakan untuk melindungi diri ketika menghadapi bahaya, menjaga kehormatan, menghormati orang lain, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pesilat yang hebat bukanlah orang yang suka menunjukkan kekuatannya, melainkan orang yang mampu mengendalikan dirinya, menjaga kehormatan, menghormati orang lain, dan menggunakan kemampuannya untuk kebaikan,” pesannya.

Anton juga mengajak para pendekar putri untuk menjadikan latihan sebagai sarana meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT, memperkuat semangat beribadah, dan memperbaiki perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Ia berharap ilmu bela diri yang dipelajari di PERSINAS ASAD dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan masyarakat.

Sementara itu, Koordinator Pendekar Putri PERSINAS ASAD Kabupaten Wonosobo, Mustafiah, menyampaikan bahwa materi jurus dan teori sabuk kuning telah diberikan dalam kegiatan tersebut. Materi itu diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui latihan rutin di kelompok maupun desa masing-masing.

Menurut Mustafiah, pemantapan jurus tradisi PERSINAS ASAD masih perlu dilakukan secara berkelanjutan. Sejumlah pesilat masih perlu memperbaiki ketepatan gerakan dan kemantapan ketika memperagakan jurus tradisi. Karena itu, latihan bersama menjadi salah satu upaya menyamakan pemahaman sekaligus meningkatkan kualitas teknik para pendekar putri.

Ia juga menekankan pentingnya menyesuaikan penyampaian materi dengan tingkatan sabuk peserta. Dengan demikian, setiap pesilat dapat mempelajari materi sesuai kemampuan dan tingkat penguasaannya.

Mustafiah berharap para pengurus cabang (Pengcam) menindaklanjuti hasil latihan bersama melalui pembinaan yang konsisten, pemantapan jurus tradisi, dan latihan rutin di wilayah masing-masing.

Melalui kegiatan ini, PERSINAS ASAD Kabupaten Wonosobo berupaya memperkuat pembinaan pendekar putri secara berkelanjutan. Tidak hanya meningkatkan keterampilan pencak silat, latihan juga diarahkan untuk membentuk pesilat yang disiplin, berkarakter luhur, mampu mengendalikan diri, serta menjunjung tinggi nilai agama dan etika dalam kehidupan bermasyarakat. (Humas ASAD Jateng)