Pesilat ASAD Klaten Matangkan Persiapan Menuju Kejuaraan Dunia di Uzbekistan
Jawa Tengah (30/10) – Pesilat muda PERSINAS ASAD Kabupaten Klaten, Abdul Fauzan Nur Adhimma, terus mematangkan persiapan menghadapi kejuaraan pencak silat tingkat dunia di Uzbekistan. Atlet yang akan turun di kelas C junior tersebut dipersiapkan untuk berlaga dalam 21st World Pencak Silat Championship Senior & The 6th Junior World Pencak Silat Championship pada 22–29 November 2026.
Menjelang keberangkatan ke ajang internasional tersebut, Fauzan menjalani latihan intensif di Padepokan PERSINAS ASAD Klaten. Program latihan difokuskan pada peningkatan kekuatan fisik, power, kecepatan, teknik serangan, serta ketahanan bertanding guna menghadapi persaingan pesilat dari berbagai negara.
Di bawah asuhan pelatih Muh. Nurhasan Arrosyid dan Abdullah, proses pembinaan terus ditingkatkan. Keduanya memberikan perhatian pada kesiapan teknik, fisik, strategi, hingga mental bertanding agar Fauzan mampu tampil maksimal di panggung dunia.
Bukan tanpa alasan Fauzan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kejuaraan tersebut. Sejumlah prestasi telah ditorehkannya di berbagai kompetisi. Ia tercatat meraih gelar juara POPDA Jawa Tengah selama tiga tahun berturut-turut, yakni 2024, 2025, dan 2026.
Prestasi lainnya adalah medali emas Kejuaraan Nasional (KEJURNAS) Remaja 2025 di Jakarta serta medali emas pada ajang International Indonesia Open 2026 yang juga berlangsung di Jakarta.
Catatan prestasi tersebut menjadi modal penting sekaligus motivasi bagi Fauzan untuk melangkah ke kompetisi dengan level persaingan lebih tinggi. Namun, para pelatih menegaskan bahwa capaian sebelumnya bukan alasan untuk berpuas diri. Latihan disiplin, kesungguhan, dan motivasi untuk menjadi juara tetap menjadi kunci utama.
Selain penguatan kemampuan olahraga, pembinaan juga diarahkan pada kesiapan mental dan pembentukan karakter. Fauzan diingatkan untuk senantiasa menjaga ibadah, memperbanyak doa, serta meningkatkan akhlak mulia. Kekuatan fisik dan kematangan psikis diharapkan berjalan beriringan dalam menghadapi pertandingan.
Sekretaris PERSINAS ASAD Klaten, Agus Sunardo yang hadir memantau jalannya latihan turut memberikan motivasi. Ia berpesan agar setiap perjuangan dilandasi niat yang baik dan keikhlasan karena Allah SWT.
Menurutnya, seorang pesilat tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan teknik dan kekuatan fisik. Ketekunan berlatih harus disertai doa, ibadah, akhlak yang baik, serta tawakal kepada Allah SWT.
Ia berharap keikutsertaan Fauzan dalam kejuaraan dunia ini menjadi tahapan penting untuk meraih prestasi yang lebih tinggi sekaligus membawa nama baik Indonesia, Jawa Tengah, dan Kabupaten Klaten di kancah internasional.
“Semangat tersebut sejalan dengan motto PERSINAS ASAD Klaten: Mendunia Barokah.” harap Agus
“Sebab, prestasi tidak lahir secara instan. Ada proses panjang, disiplin, pengorbanan, dan doa yang mengiringi setiap langkah seorang juara. Tidak ada juara tanpa latihan. Tidak ada doa yang terkabul tanpa tawakal kepada Allah SWT.” pungkas Agus. (Rizal Putra Milda)
