PERSINAS ASAD

ASAD Jawa Barat Evaluasi Hasil Selekprov Serta Restrukturisasi Pengurus

Jawa Barat (31/10) – Pengurus Provinsi (Pengprov) PERSINAS ASAD Jawa Barat menetapkan arah kebijakan strategis organisasi melalui penataan ulang (restrukturisasi) kepengurusan Tingkat kota dan kabupaten, pemutakhiran administrasi Sabuk Merah, serta penguatan program pembinaan pasca-Seleksi Provinsi (Selekprov) 2026.

Kegiatan konsolidasi organisasi dan evaluasi pembinaan prestasi ini bertempat di Kantor Sekretariat Pengprov PERSINAS ASAD Jawa Barat, Graha Aulia Jatinangor, Kabupaten Sumedang, pada Sabtu (31/10/2026).

Dalam arahannya, Ketua Pengprov PERSINAS ASAD Jawa Barat Letkol (Purn.) H. Suparno, S.H. menekankan tiga agenda utama, yakni percepatan restrukturisasi organisasi di tingkat kabupaten/kota, penguatan intensitas latihan bagi para pesilat yang lolos Selekprov, serta penuntasan pendataan Sabuk Merah.

Wakil Ketua Bidang Organisasi PERSINAS ASAD Jawa Barat, Ramdan Jokomulyawan, menjelaskan bahwa restrukturisasi kepengurusan dilakukan merujuk pada Surat Pengprov dan Instruksi PB PERSINAS ASAD.

“Susunan pengurus kabupaten dan kota disempurnakan agar lebih ramping dan efisien, dengan alokasi maksimal tiga orang per bagian di bawah koordinasi Wakil Ketua terkait. Seluruh berkas restrukturisasi ditargetkan selesai paling lambat November 2026,” ujar Ramdan.

Selain struktur organisasi, pihak Pengprov mempercepat pemutakhiran data Sabuk Merah PERSINAS ASAD Ilmu Seni Beladiri sesuai Instruksi PB PERSINAS ASAD. Hingga 30 Oktober 2026, tercatat 770 Sabuk Merah terdaftar dari 32 daerah dan satu pondok pesantren di Jawa Barat, dengan batas penutupan laporan pada 31 Oktober 2026.

Sementara itu, Ketua Biro Ilmu dan Teknologi Keolahragaan PERSINAS ASAD Jawa Barat, Dr. Brio Alfatihah Rama Yudha, M.Pd., memaparkan laporan evaluasi Selekprov 2026 yang berlangsung pada Juli hingga Oktober 2026 di empat zona.

Dari total 285 pesilat terdaftar, sebanyak 273 pesilat hadir (95,8%), dan 267 pesilat berhasil menyelesaikan seluruh tahapan tes fisik serta antropometri (93,7%).

“Hasil seleksi menyaring 140 pesilat terbaik yang lolos ke tahap pembinaan lanjutan, terdiri dari 47 pesilat Kategori I dan 93 pesilat Kategori II yang berasal dari 25 daerah di Jawa Barat. Wilayah Cikarang menjadi penyumbang pesilat terbanyak dengan jumlah 11 pesilat,” kata Dr. Brio.

Sebagai langkah tindak lanjut, Pengprov PERSINAS ASAD Jawa Barat menerapkan sistem Pusat Pembinaan Atlet Desentralisasi (PPAD–ASAD JABAR). Sistem ini mengusung lima pilar pembinaan: desentralisasi latihan di daerah, standardisasi pedoman latihan, program individual (Individual Development Plan), kolaborasi antar-pengurus, serta pengambilan keputusan berbasis data (sport science).

Pengprov optimistis langkah berkesinambungan ini dapat melahirkan pesilat berprestasi di tingkat nasional maupun internasional, sesuai semangat motto pembinaan: “Bersama Membina, Mencetak Atlet Berprestasi Untuk Jawa Barat Dan Indonesia”.