PERSINAS ASAD

ASAD Klaten Meriahkan Kirab Budaya Santri 2026, Teguhkan Nilai Luhur Pencak Silat

Jawa Tengah – Ribuan peserta memadati Alun-Alun Klaten dalam Kirab Budaya Santri Kabupaten Klaten 2026, Minggu (1/11/2026). Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 tersebut berlangsung meriah dengan melibatkan berbagai elemen umat Islam, mulai dari pondok pesantren, organisasi kemasyarakatan Islam, hingga lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama.

PERSINAS ASAD Kabupaten Klaten menjadi salah satu organisasi yang turut memeriahkan kegiatan tersebut. Kehadiran kafilah PERSINAS ASAD menjadi wujud dukungan terhadap pelestarian seni budaya pencak silat sekaligus penguatan karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai luhur.

Kirab budaya tersebut diikuti berbagai unsur pendidikan dan keagamaan, di antaranya Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah Negeri (MAN), serta sejumlah pondok pesantren dan organisasi Islam.

Acara tersebut turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kementerian Agama Kabupaten Klaten, serta pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, seperti LDII, Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, MTA, PERSINAS ASAD, Pagar Nusa, Tapak Suci, dan berbagai elemen lainnya.

Ketua PERSINAS ASAD Kabupaten Klaten, Fathulminan, turut memberikan semangat dan motivasi kepada seluruh anggota kafilah. Ia mengingatkan agar peserta senantiasa menjaga kerukunan, kekompakan, serta kedisiplinan selama mengikuti kirab hingga mencapai garis finis.

Sementara itu, Koordinator Lapangan (Korlap) kafilah, Suyamto, yang mendampingi peserta selama kegiatan, terus mengingatkan agar seluruh anggota mengikuti setiap rangkaian dengan serius dan tertib. Peserta juga diharapkan mampu menampilkan karakter pesilat ASAD yang santun, disiplin, dan menjunjung tinggi persaudaraan.

Sekretaris PERSINAS ASAD Kabupaten Klaten yang turut mengawal kafilah menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam kirab bukan sekadar memeriahkan perayaan, melainkan bagian dari perjuangan melestarikan seni pencak silat sekaligus menanamkan karakter luhur kepada generasi muda.

Menurutnya, pembinaan pencak silat harus mampu melahirkan pendekar yang berjiwa besar dan berbudi luhur, sejalan dengan nilai-nilai serta nasihat para leluhur.

Ia menjelaskan bahwa pencak silat memiliki empat aspek penting, yakni olahraga, prestasi, seni budaya, dan mental spiritual. Keempat aspek tersebut saling melengkapi dan dapat diwujudkan melalui kegiatan Kirab Budaya Santri.

Aspek olahraga dan prestasi tercermin melalui kedisiplinan serta kesiapan fisik peserta. Aspek seni budaya tampak dalam penampilan dan pelestarian warisan pencak silat, sedangkan aspek mental spiritual diwujudkan melalui sikap santun, kebersamaan, kerukunan, dan pengendalian diri.

Dalam kirab tersebut, setiap kafilah dibatasi maksimal 21 personel dan membawa tema masing-masing. PERSINAS ASAD Kabupaten Klaten mengusung tema “Selamat Hari Santri, Berbudi Luhur Nasihat Leluhur.”

Tema tersebut menjadi pesan sekaligus pengingat bahwa seorang pendekar tidak hanya dituntut memiliki kemampuan bela diri, tetapi juga harus menjunjung tinggi adab, menghormati sesama, menjaga persaudaraan, serta mengamalkan nilai-nilai luhur warisan bangsa.

Melalui partisipasi dalam Kirab Budaya Santri 2026, PERSINAS ASAD Kabupaten Klaten berharap pencak silat semakin dikenal sebagai warisan budaya Indonesia yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan fisik dan prestasi, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter, penguatan persaudaraan, dan pelestarian nilai-nilai luhur bangsa. (Humas ASAD JATENG)