ASAD Kirim Dua Wasit Juri Ikuti TOT IPSI untuk Tingkatkan Profesionalisme Perwasitan Bengkulu
BENGKULU – PERSINAS ASAD terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang perwasitan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan dua wasit juri, Rohmat Ardiyanto dan Triyono, dalam kegiatan Training of Trainer (TOT) Wasit Juri yang diselenggarakan Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Bengkulu.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 2–3 November 2026, tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi, pemahaman peraturan pertandingan, serta profesionalisme wasit juri dalam memimpin pertandingan pencak silat.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai pendalaman peraturan pertandingan terbaru, teknik penilaian kategori seni, tata cara memimpin pertandingan tanding, serta simulasi pengambilan keputusan dalam pertandingan.
Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap regulasi pertandingan sekaligus mampu menerapkan standar penilaian secara objektif, adil, dan profesional.
Salah satu peserta, Rohmat Ardiyanto, mengatakan keikutsertaannya dalam TOT tersebut menjadi kesempatan untuk memperdalam pengetahuan dan meningkatkan tanggung jawab sebagai wasit juri.
“Wasit juri memiliki peran penting dalam menjaga kualitas dan keadilan pertandingan. Karena itu, kami harus benar-benar memahami aturan agar setiap keputusan yang diambil dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Senada dengan Rohmat, Triyono menyampaikan bahwa pelatihan tersebut bukan sekadar upaya memperoleh sertifikat, melainkan kesempatan untuk meningkatkan kapasitas diri sebagai perangkat pertandingan.
“Kami ingin membawa pulang ilmu dan pemahaman yang benar. Harapannya, ilmu tersebut dapat diterapkan saat memimpin pertandingan sehingga keputusan yang diambil sesuai aturan,” kata Triyono.
Kegiatan TOT Wasit Juri tersebut turut dihadiri Ketua KONI Provinsi Bengkulu, Ketua Umum Pengprov IPSI Bengkulu, serta jajaran pengurus IPSI kabupaten dan kota di Bengkulu, termasuk salah satu pengurus yang juga merupakan anggota DPRD Provinsi Bengkulu.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Pengprov IPSI Bengkulu menekankan pentingnya peningkatan kualitas wasit juri sebagai bagian dari upaya menciptakan pertandingan pencak silat yang berkualitas.
Menurutnya, kemampuan pesilat dan strategi pelatih perlu didukung perangkat pertandingan yang memahami aturan serta mampu menjalankan tugas secara adil dan profesional.
Sementara itu, Ketua KONI Provinsi Bengkulu mengapresiasi penyelenggaraan TOT tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat melahirkan lebih banyak wasit juri yang memiliki kompetensi, integritas, dan keberanian dalam mengambil keputusan sesuai ketentuan.
Bagi PERSINAS ASAD, keikutsertaan Rohmat Ardiyanto dan Triyono menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam meningkatkan kualitas pembinaan pencak silat, tidak hanya dari sisi prestasi pesilat, tetapi juga pengembangan sumber daya manusia di bidang perwasitan.
Setelah mengikuti pelatihan, keduanya diharapkan dapat membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada wasit juri lainnya di lingkungan PERSINAS ASAD. Transfer pengetahuan tersebut dapat dilakukan melalui pelatihan internal, diskusi teknis, maupun pendampingan dalam kegiatan pertandingan.
Rohmat menegaskan, peningkatan kapasitas harus diikuti dengan tanggung jawab untuk memberikan contoh yang baik.
“Tugas kami setelah mengikuti pelatihan ini adalah menerapkan ilmu yang didapat dan menjadi teladan. Jika ingin pesilat disiplin, perangkat pertandingan juga harus menunjukkan kedisiplinan,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, PERSINAS ASAD berharap semakin banyak kader yang memiliki kompetensi dan integritas dalam bidang perwasitan. Dengan demikian, kontribusi organisasi terhadap kemajuan pencak silat dapat terus berkembang, baik dalam pembinaan pesilat maupun peningkatan kualitas penyelenggaraan pertandingan.
