PERSINAS ASAD

ASAD Ingatkan Warga PERSINAS ASAD Konsisten Raih Lima Sukses Ramadan

Papua Barat – Ramadan 1447 Hijriah telah memasuki dua pekan pertama. Momentum ini dimanfaatkan PERSINAS ASAD untuk mengingatkan seluruh warganya agar tetap konsisten meningkatkan ibadah dan meraih lima sukses Ramadan hingga akhir bulan suci.

Ketua Pengurus Provinsi PERSINAS ASAD Papua Barat, Dwijo Sasono, S.Pd, menyampaikan hal tersebut usai mengikuti agenda Sosialisasi Hasil Munas VI PERSINAS ASAD 2026 bersama Pengurus Besar PERSINAS ASAD yang dilaksanakan secara hybrid, Ahad (8/3/2026).

Dwijo mengingatkan warga PERSINAS ASAD di Papua Barat agar memanfaatkan sisa waktu Ramadan dengan meningkatkan amal ibadah, terlebih menjelang sepuluh malam terakhir yang diyakini terdapat malam Lailatul Qadar.

“Alhamdulillah hampir dua pekan Ramadan telah berlalu. Mari kita semakin semangat menjalankan ibadah di sisa waktu Ramadan ini. Jangan sampai Ramadan berlalu tanpa mendapatkan ampunan dari Allah SWT,” ujarnya.

Ia menegaskan, puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga lisan, hati, dan perilaku. Karena itu, warga PERSINAS ASAD diharapkan dapat meraih lima sukses Ramadan.

Lima sukses Ramadan tersebut meliputi sukses menjalankan puasa, sukses melaksanakan salat tarawih, sukses membaca Al-Qur’an atau tadarus one day one juz, sukses meraih malam Lailatul Qadar, serta sukses menunaikan zakat sebagai penutup ibadah Ramadan.

Dwijo juga mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi dalam menjalankan salat tarawih berjamaah di masjid.

“Barang siapa melaksanakan salat sunnah tarawih di bulan Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni,” katanya mengutip hadis riwayat Bukhari.

Menurutnya, warga PERSINAS ASAD juga beruntung dapat menjalankan ibadah di masjid-masjid di bawah naungan LDII dengan aman dan nyaman. Hal itu sejalan dengan kesepakatan kerja sama yang telah ditandatangani antara Ketua Umum PB PERSINAS ASAD dan Ketua Umum DPP LDII.

Ia menambahkan, untuk meningkatkan kualitas ibadah di bulan Ramadan, warga diharapkan fokus memperbaiki diri tanpa perlu membandingkan ibadah dengan orang lain.

“Jadilah diri sendiri dalam meraih pahala. Fokus memperbaiki ibadah masing-masing,” ujarnya.

Dwijo juga mengajak warga untuk lebih semangat datang ke masjid. Menurutnya, beribadah di masjid dapat membantu menjaga fokus dibandingkan beribadah di rumah yang sering terganggu aktivitas keluarga atau pekerjaan rumah.

Selain itu, ia mengingatkan agar masyarakat bijak dalam menggunakan media sosial, terutama di bulan Ramadan.

“Jangan sampai kita terjebak pada konten yang berisi adu domba, kebencian, atau fitnah yang justru bisa menimbulkan ghibah dan menghapus pahala amal ibadah kita,” pungkasnya.