Pengurus ASAD Bantul Gelar Silaturahim, Perkuat Sinergi Antar Perguruan Pencak Silat
Yogyakarta (31/03) – Momentum Hari Raya Idul Fitri dimanfaatkan PERSINAS ASAD Kabupaten Bantul untuk mempererat hubungan antarperguruan pencak silat melalui kegiatan silaturrohim. Pada Minggu (29/3/2026), rombongan mengunjungi dua perguruan, yakni Persatuan Hati dan Perisai Diri yang berada di wilayah Kabupaten Bantul.
Kunjungan pertama dilakukan ke padepokan Persatuan Hati di wilayah Sewon. Ketua Persatuan Hati Kabupaten Bantul, Paidi, S.IP., menyampaikan rasa bahagia atas kunjungan tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi momentum berharga dalam mempererat persaudaraan sekaligus membuka komunikasi yang lebih luas antarperguruan.
Paidi juga menyebutkan bahwa silaturrohim lintas perguruan ini merupakan yang pertama dalam sejarah Persatuan Hati, sehingga menjadi momen istimewa sekaligus bersejarah. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjadi awal terciptanya kolaborasi yang berkelanjutan.
Sementara itu, Dewan Penasehat Persatuan Hati, Drs. Latanggang, menekankan pentingnya pembinaan pesilat melalui dua faktor utama, yakni semangat pelatih dan konsistensi latihan. Ia menyebut bahwa latihan idealnya dilakukan secara rutin hingga lima sampai enam kali dalam seminggu untuk mencapai hasil optimal.
Selain itu, ia memperkenalkan konsep pembinaan “4N”, yaitu Nrimo (menerima), Nurun (meniru), Nerapke (menerapkan), dan Ngolaborasi (mengembangkan). Konsep ini diharapkan mampu mencetak pesilat yang tidak hanya unggul secara teknik, tetapi juga adaptif dan kreatif.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke sekretariat Perisai Diri di wilayah Pandak. Rombongan disambut hangat oleh jajaran pengurus. Pembina Perisai Diri Kabupaten Bantul, Drs. Joko Priyanto, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia mengaku, selama aktif sebagai pendekar dan pengurus, momen silaturahmi lintas perguruan seperti ini merupakan pengalaman pertama.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi langkah positif dalam membangun hubungan harmonis antarperguruan yang selama ini berjalan sendiri-sendiri.
“Ini adalah bukti bahwa meskipun kita berasal dari perguruan yang berbeda, kita tetap satu saudara,” ujarnya.
Ketua Perisai Diri Kabupaten Bantul, Drs. H. Bambang Edy S, M.Pd., turut menegaskan pentingnya menjaga kebersamaan dan saling menghormati antarperguruan. Ia menyatakan bahwa pihaknya terbuka bagi pesilat dari PERSINAS ASAD yang ingin berlatih bersama sebagai bentuk komitmen menjunjung nilai persatuan.
Ia juga mengingatkan agar tidak ada sikap saling membandingkan, karena setiap perguruan memiliki tujuan yang sama, yakni membentuk karakter, meningkatkan kemampuan, dan menjunjung sportivitas.
Melalui kegiatan silaturrohim ini, diharapkan tercipta sinergi positif antarperguruan pencak silat di Bantul dalam menjaga persatuan, melestarikan budaya bangsa, serta mendorong lahirnya prestasi hingga tingkat internasional.

