PERSINAS ASAD

ASAD Kabupaten Tangerang Catat Kelulusan 100 Persen pada UKT Sabuk Biru

Banten (14/06) – PERSINAS ASAD Kabupaten Tangerang mencatat kelulusan 100 persen dalam Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Sabuk Biru yang digelar di Padepokan Persinas ASAD Kabupaten Tangerang, Minggu (14/6/2026).

Sebanyak 90 peserta yang terdiri dari 40 peserta putra dan 50 peserta putri mengikuti rangkaian ujian yang menjadi bagian dari proses pembinaan dan peningkatan kualitas pesilat di lingkungan Persinas ASAD Kabupaten Tangerang.

Ketua Persinas ASAD Kabupaten Tangerang, Hari Santoso, menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan seluruh peserta yang mampu menyelesaikan seluruh tahapan ujian dan dinyatakan lulus.
Menurut Hari, ujian kenaikan tingkat bukan sekadar syarat untuk memperoleh tingkatan yang lebih tinggi, tetapi juga menjadi sarana evaluasi terhadap kemampuan teknik, mental, disiplin, dan pemahaman peserta terhadap ilmu pencak silat yang telah dipelajari selama ini.

“Alhamdulillah seluruh peserta dinyatakan lulus. Ini menunjukkan hasil pembinaan yang dilakukan secara berkesinambungan oleh para pelatih di masing-masing padepokan,” ujar Hari.

Ia menegaskan bahwa ujian kenaikan tingkat juga memiliki manfaat penting dalam meningkatkan kompetensi para pelatih yang menjadi ujung tombak pembinaan di tingkat padepokan.

“Hasil dari ujian ini diharapkan dapat menambah kemampuan dan wawasan para pelatih saat memberikan materi serta pembinaan kepada para siswa di padepokan masing-masing,” katanya.

Hari juga mengingatkan para peserta agar tidak cepat berpuas diri setelah dinyatakan lulus. Menurutnya, kenaikan tingkat harus menjadi motivasi untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan, baik dari sisi teknik maupun pembentukan karakter.

Selain menjaga kemampuan bela diri, para pesilat juga diharapkan mampu menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas, disiplin, serta akhlak yang menjadi bagian penting dalam ajaran pencak silat.

Dengan capaian kelulusan 100 persen tersebut, Persinas ASAD Kabupaten Tangerang berharap dapat terus melahirkan pesilat dan pelatih yang berkualitas sekaligus memperkuat sistem pembinaan di seluruh padepokan yang berada di bawah naungannya.