PERSINAS ASAD

​Antisipasi Kejahatan Jalanan, PERSINAS ASAD Sleman Gelar Pasanggiri Putri 2026

​Yogyakarta (14/06) – Maraknya tindak kriminalitas jalanan yang kerap menyasar kaum perempuan memicu kesadaran pentingnya pembekalan ilmu bela diri. Sebagai langkah preventif agar kaum hawa lebih percaya diri dan mampu menjaga diri di luar rumah, Pengurus Kabupaten (Pengkab) PERSINAS ASAD Sleman wilayah timur menggelar Pasanggiri Putri 2026.

​Acara tersebut berlangsung di Padepokan PERSINAS ASAD yang berlokasi di Kompleks Masjid Al Muttaqin, Banjarharjo, Bimomartani, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman, pada Minggu (14/6/2026).

​Wadah Asah Kemampuan dan Silaturrohim

​Pasanggiri kali ini diikuti oleh 354 peserta yang terdiri khusus dari pesilat dan pelatih putri. Kompetisi ini menitikberatkan pada penguasaan materi teknis, dengan mempertandingkan dua kategori utama:

  1. Jurus ASAD Bela Diri
  2. ​Seni Kembangan Tepak III

​Ketua Panitia, Sukma Wulandari, dalam laporannya menyampaikan bahwa selain menjadi tolok ukur kemampuan bela diri, ajang ini juga memegang peranan penting dalam mempererat silaturrohim

​”Gelaran Pasanggiri Putri ini menjadi ajang untuk menambah motivasi sekaligus mengasah kemampuan bela diri bagi warga ASAD putri. Lebih dari itu, jadikan momentum ini sebagai wadah silaturrohim dan memupuk kekompakan antarpesilat maupun pelatih putri,” ujar Sukma.

​Semangat Tanpa Batas Usia

​Apresiasi tinggi turut datang dari Hj. Wikan Julianti, istri H. Aan Setiyanto, Dewan Penasehat Pengurus Provinsi (Pengprov) PERSINAS ASAD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Saat membuka acara, ia mengaku bangga dan kagum menyaksikan antusiasme luar biasa dari para peserta, khususnya kehadiran peserta di kategori istimewa.

​”Saya sangat bangga karena tahun ini ada kategori istimewa yang diikuti oleh peserta usia 57 tahun ke atas. Ini membuktikan bahwa semangat untuk belajar bela diri ASAD sama sekali tidak terbatas oleh usia,” tutur Hj. Wikan.

​Ia juga berharap agar api semangat ini terus dijaga dan ditularkan kepada generasi yang lebih muda. “Semoga semangat ini tidak redup dan bisa menjadi teladan bagi generasi muda untuk terus konsisten berlatih bela diri PERSINAS ASAD,” imbuhnya.

​Perempuan Mandiri di Era Modern

​Di tengah tantangan zaman yang kian keras dan dinamis, kaum perempuan dituntut untuk lebih mandiri dalam berbagai aspek kehidupan. Penguasaan pencak silat dinilai menjadi salah satu benteng pertahanan krusial bagi perempuan agar tidak menjadi korban kejahatan, sekaligus melestarikan budaya bangsa melalui seni bela diri.