Ketua ASAD Sragen Hadiri Gala Dinner Muhibah Budaya, Perkuat Sinergi Antarperguruan Pencak Silat
Jawa Tengah (14/7) – Ketua Pengurus Kabupaten (Pengkab) PERSINAS ASAD Sragen, Joko Triyono, menghadiri Gala Dinner Muhibah Budaya bersama para ketua perguruan pencak silat se-Kabupaten Sragen di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sragen, Kamis (9/7).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Muhibah Budaya Sragen yang bertujuan mempererat persaudaraan sekaligus melestarikan budaya bangsa melalui pencak silat.
Acara berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan dihadiri oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, Bupati Sragen Sigit Pamungkas, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sragen, serta 15 ketua perguruan pencak silat yang ada di Kabupaten Sragen.
Kehadiran Joko Triyono dalam forum tersebut menunjukkan komitmen PERSINAS ASAD Sragen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh perguruan pencak silat dalam menjaga persatuan, memperkuat nilai-nilai persaudaraan, serta melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa yang telah diakui UNESCO.
Gala Dinner Muhibah Budaya menjadi wadah silaturahmi yang mempertemukan para pimpinan perguruan pencak silat dengan pemerintah daerah. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi, membangun kebersamaan, serta menciptakan suasana yang harmonis di tengah keberagaman perguruan pencak silat di Kabupaten Sragen.
Ketua Pengkab PERSINAS ASAD Sragen, Joko Triyono, mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Sragen yang telah menginisiasi kegiatan tersebut sebagai upaya mempererat hubungan antarperguruan.
“Kami menyambut baik kegiatan ini karena menjadi ruang silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga persatuan. Pencak silat bukan hanya olahraga bela diri, tetapi juga media pembentukan karakter, pelestarian budaya, dan perekat persaudaraan antaranak bangsa,” ujar Joko Triyono.
Melalui kegiatan Muhibah Budaya ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh perguruan pencak silat di Kabupaten Sragen semakin kuat, sehingga mampu bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah serta mengembangkan pencak silat sebagai budaya luhur yang membanggakan Indonesia di tingkat nasional maupun internasional. (Humas ASAD Jateng)
