PERSINAS ASAD

Abdullah Damanhuri Terpilih Aklamasi Pimpin ASAD Bangkalan 2026–2031

Jawa Timur (31/01) – Musyawarah Kabupaten (Muskab) V PERSINAS ASAD Bangkalan kembali mempercayakan kepemimpinan organisasi kepada Abdullah Damanhuri, S.Kom. Ia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PERSINAS ASAD Kabupaten Bangkalan untuk masa bakti 2026–2031.

Pengukuhan digelar di Padepokan PERSINAS ASAD Bangkalan, Minggu (25/1) pagi. Acara ini dihadiri Ketua PERSINAS ASAD Jawa Timur Prof. Dr. Ir. H. Dedid Cahya Happyanto, M.T., didampingi Sekretaris Dr. H. Sumarman, M.Pd., jajaran pengurus PERSINAS ASAD Bangkalan dan pengurus kecamatan se-Bangkalan, Ketua DPD LDII Bangkalan Abdullah Sunaryo, serta Ketua Senkom Bangkalan Eko Galih Raka Paramita.

Dalam sidang paripurna Muskab, seluruh pengurus kecamatan di tiga wilayah Bangkalan secara mufakat memberikan kepercayaan penuh kepada Abdullah Damanhuri untuk kembali memimpin organisasi selama lima tahun ke depan.

Keputusan bulat tersebut diambil karena Abdullah Damanhuri dinilai berhasil menjaga roda organisasi PERSINAS ASAD Bangkalan berjalan dengan baik. Selain itu, perhatian terhadap kebutuhan pesilat juga terus ditingkatkan, mulai dari penyediaan perlengkapan latihan hingga pembinaan atlet secara berkelanjutan.

Usai pengukuhan, Ketua PERSINAS ASAD Jawa Timur Prof. Dedid Cahya Happyanto menyerahkan panji organisasi kepada Abdullah Damanhuri sebagai simbol amanah untuk melanjutkan program kerja PERSINAS ASAD di Bangkalan selama 2026-2031.

Dalam sambutannya, Dedid berpesan agar PERSINAS ASAD Bangkalan terus melahirkan pesilat-pesilat berprestasi, sejalan dengan tema Muskab V. Menurutnya, prestasi harus dibarengi dengan profesionalisme, budaya, serta karakter luhur, “Tidak hanya muncul dengan prestasinya, tetapi juga harus memiliki nilai profesionalisme, berbudaya, dan berkarakter luhur,” pesan Dedid.

Ia menambahkan, dengan adanya pembaruan dan penyempurnaan AD/ART hasil Munas PB PERSINAS ASAD, Pengprov PERSINAS ASAD Jawa Timur akan menyiapkan pola pembinaan atlet berprestasi di tingkat kabupaten/kota agar mampu berkontribusi lebih luas di Jawa Timur.

Dedid juga mengajak seluruh perguruan pencak silat yang tergabung dalam IPSI untuk bersama-sama meningkatkan kualitas atlet, sehingga Jawa Timur dapat menjadi contoh dalam pembinaan atlet sejak usia dini.

Sementara itu, Abdullah Damanhuri menegaskan komitmennya untuk melanjutkan kerja keras dan prestasi yang telah dirintis kepengurusan sebelumnya. Menurutnya, capaian tersebut menjadi fondasi untuk mengembangkan organisasi agar lebih baik ke depan.

“Kami ingin PERSINAS ASAD menjadi wadah yang efektif bagi warga dan turut berkontribusi dalam pembangunan manusia yang memiliki 29 karakter luhur,” ujar Abdullah Damanhuri, yang akrab disapa Mas Arik.

Ia pun berharap dukungan dari seluruh jajaran kepengurusan baru agar terus berperan dalam melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa, sekaligus melahirkan atlet-atlet yang mampu bersaing di tingkat daerah hingga nasional.