PB ASAD Jadikan WBBS Kediri Pilot Project Cetak Pesilat Unggul Nasional
Jakarat (04/08) — Pengurus Besar PERSINAS ASAD mulai memperkuat langkah pembinaan prestasi dengan menggandeng lingkungan pendidikan berbasis karakter. Salah satunya melalui kerja sama strategis dengan Wali Barokah Boarding School (WBBS) Kediri yang diproyeksikan menjadi pilot project pembinaan pesilat unggul tingkat nasional.
Kegiatan silaturrahim dan audiensi strategis tersebut digelar di Pondok Pesantren Wali Barokah, Kota Kediri, Senin (3/8/2026). Rombongan PB PERSINAS ASAD diterima langsung oleh Pembina WBBS, H. Midhal, bersama jajaran staf pengajar serta pengurus jenjang SMP dan SMA WBBS.
Dalam kunjungan tersebut, PB PERSINAS ASAD mengirimkan jajaran pengurus bidang prestasi yang dipimpin Ketua Bidang Prestasi H. Eka Yulianto, yang juga merupakan mantan pesilat nasional. Turut hadir Bendahara Umum PB PERSINAS ASAD H. Ridan Nandari, Ketua Departemen Kepelatihan M. Sulton Auliya, Ketua Departemen Pembinaan Prestasi Yayak Agus Subiantoro, serta Bendahara Prestasi H. Umar Aris.
Pembina WBBS Kediri, H. Midhal, menyambut positif langkah kolaborasi tersebut. Menurutnya, program pembinaan pesilat yang digagas PB PERSINAS ASAD memiliki keselarasan dengan visi pendidikan di lingkungan boarding school.
“Kami menyambut baik langkah PB PERSINAS ASAD. Program ini sangat sejalan dengan visi kami, yakni mencetak generasi berprestasi yang tetap memiliki akhlak, moral, dan karakter kuat melalui pendidikan pesantren,” ujar H. Midhal.
Ia menilai, pembinaan olahraga tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi di arena pertandingan, tetapi juga harus membangun kepribadian dan nilai-nilai positif bagi para peserta didik.
Ketua Bidang Prestasi PB PERSINAS ASAD, H. Eka Yulianto, menjelaskan bahwa program pembinaan berbasis boarding school merupakan tindak lanjut dari amanat Musyawarah Nasional (Munas) PERSINAS ASAD tahun 2026.
Menurutnya, lingkungan pendidikan berasrama memiliki potensi besar untuk membangun pembinaan pesilat secara berkelanjutan karena menggabungkan latihan olahraga, pendidikan karakter, serta kedisiplinan.
“Program percepatan prestasi di lingkungan boarding school ini merupakan amanah Munas 2026. Kerja sama dengan WBBS Kediri menjadi langkah awal, dan ke depan model pembinaan ini akan dikembangkan ke berbagai boarding school di Indonesia,” kata H. Eka.
Bendahara Umum PB PERSINAS ASAD, H. Ridan Nandari, menyebut keberhasilan program percontohan ini diharapkan mampu membuka peluang pengembangan ekosistem kompetisi pencak silat yang lebih luas.
Ia mengatakan, PB PERSINAS ASAD membuka peluang menggandeng berbagai pihak, termasuk sponsor, untuk mendukung penyelenggaraan kompetisi tingkat nasional antarboarding school.
“Jika program pembinaan ini berjalan sesuai rencana, ke depan kami siap menggandeng sponsor untuk menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pencak Silat antar-Boarding School,” ungkap H. Ridan.
Melalui kolaborasi tersebut, PB PERSINAS ASAD dan WBBS Kediri berharap dapat melahirkan generasi muda yang memiliki kemampuan pencak silat, berprestasi di tingkat nasional, sekaligus memiliki karakter kuat, disiplin, dan berakhlak mulia.
