ASAD Sulsel Perkuat Silaturrahim, Gali Sejarah Silat Pamanca Gowa sebagai Warisan Budaya Leluhur
Sulawesi Selatan ()04/08 — Ketua PERSINAS ASAD Sulawesi Selatan Ambo Tang bersama Ketua PERSINAS ASAD Kabupaten Gowa Didi Kurnia melakukan kunjungan silaturrahim kepada sesepuh pencak silat Pamanca Taeng, Gowa, Nasir Daeng Nyonri, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk mempererat hubungan sekaligus membuka ruang komunikasi dalam upaya menggali sejarah dan nilai-nilai luhur pencak silat Pamanca yang berkembang di wilayah Gowa.
Dalam pertemuan itu, Ambo Tang menyampaikan pentingnya menjaga hubungan baik dengan para tokoh dan sesepuh pencak silat sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya bangsa.
“Pencak silat bukan hanya olahraga bela diri, tetapi juga memiliki nilai sejarah, budaya, dan karakter yang diwariskan para leluhur. Karena itu, penting bagi generasi muda untuk mengenal dan menjaga warisan tersebut,” ujar Ambo Tang.
Ia menjelaskan, PERSINAS ASAD Sulawesi Selatan berencana melakukan audiensi lanjutan dengan para sesepuh Pamanca Taeng untuk mendapatkan informasi lebih mendalam mengenai sejarah, perkembangan, serta nilai-nilai filosofi yang terkandung dalam aliran silat tersebut.
Menurutnya, penggalian sejarah pencak silat lokal menjadi bagian penting dalam memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya bangsa, sekaligus mendukung pelestarian seni bela diri tradisional Indonesia.
Sementara itu, Ketua PERSINAS ASAD Kabupaten Gowa Didi Kurnia menyampaikan bahwa silaturrahim dengan tokoh pencak silat merupakan bentuk penghargaan terhadap para pendahulu yang telah menjaga eksistensi pencak silat di daerah.
“Melalui komunikasi dan kolaborasi dengan para sesepuh, kita berharap sejarah pencak silat di Gowa dapat terdokumentasi dengan baik dan menjadi pengetahuan bagi generasi berikutnya,” kata Didi.
Silaturrahim tersebut diharapkan menjadi awal sinergi antara PERSINAS ASAD dan para pelaku budaya pencak silat di Gowa dalam menjaga serta mengembangkan nilai-nilai luhur pencak silat sebagai warisan budaya leluhur.
