Terpilih Aklamasi, Roy Gabro Kembali Pimpin ASAD Sumbar Periode 2026–2031
Sumatera Barat, 16 September 2026 — Roy Gabro kembali dipercaya memimpin Pengurus Provinsi (Pengprov) Perguruan Pencak Silat Nasional (PERSINAS ASAD) Sumatera Barat periode 2026–2031. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) VI yang digelar di Padang, Rabu (16/9/2026).
Musprov tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat arah pembinaan PERSINAS ASAD Sumbar, baik dalam bidang prestasi maupun pelestarian seni bela diri dan tradisi pencak silat.
Sekretaris Umum PB PERSINAS ASAD, Weda Hendragiri, saat membacakan sambutan Ketua Umum PB PERSINAS ASAD H. Sukur, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Musprov yang berlangsung tertib dan lancar.
Menurut Weda, terpilihnya Roy Gabro secara aklamasi menunjukkan adanya kepercayaan dan dukungan yang kuat dari keluarga besar PERSINAS ASAD Sumatera Barat.
“Alhamdulillah, Musprov VI berjalan tertib, demokratis, dan sukses menetapkan kepemimpinan baru. Kami mengapresiasi dedikasi pengurus periode sebelumnya sekaligus meminta kepemimpinan Roy Gabro terus konsisten mengawal tiga pilar utama ASAD, yakni penguatan mental spiritual, pelestarian warisan budaya, dan akselerasi prestasi pesilat,” ujar Weda.
Weda juga mengapresiasi peran Pengprov IPSI Sumatera Barat dalam menjaga hubungan dan soliditas antarperguruan pencak silat di daerah.
Ia mengatakan, sinergi antara perguruan dan organisasi pencak silat menjadi bagian penting dalam membangun pembinaan pesilat secara berkelanjutan.
“Minangkabau adalah salah satu kiblat persilatan Nusantara dengan tradisi yang mengakar. Karena itu, PERSINAS ASAD di Sumatera Barat harus terus menyatu dengan kearifan lokal silat tradisi, memperkuat persaudaraan, dan menjadikannya energi bersama dalam memajukan olahraga bela diri ke tingkat yang lebih tinggi,” katanya.
Apresiasi juga disampaikan Ketua Dewan Pertimbangan IPSI Sumatera Barat Prof. Indra Yuda. Ia menilai PERSINAS ASAD Sumbar terus menunjukkan perkembangan dalam pembinaan organisasi dan pesilat.
Menurutnya, keberadaan PERSINAS ASAD telah menjangkau 14 kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Selain pembinaan teknik, perguruan juga dinilai memiliki perhatian terhadap pembentukan karakter dan budi pekerti.
“Kami turut bangga terhadap komitmen kemitraan PERSINAS ASAD Sumbar yang aktif merajut sinergi bersama IPSI, PPSI, KPSI, maupun lintas perguruan tradisi. Rekam jejak pembinaannya terbukti konsisten melahirkan talenta-talenta unggul di kancah nasional hingga ajang internasional,” ujar Prof. Indra.
Ia berharap pembinaan yang dilakukan secara konsisten dapat melahirkan pesilat Sumatera Barat yang mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
“Dengan disiplin latihan dan soliditas pembinaan yang ada saat ini, kami berharap dari PERSINAS ASAD Sumatera Barat kelak lahir pendekar-pendekar tangguh yang tidak hanya mengibarkan bendera Merah Putih di gelanggang dunia, tetapi juga mampu menembus panggung Olimpiade,” katanya.
Sementara itu, Roy Gabro menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya. Ia mengatakan amanah tersebut merupakan tanggung jawab bersama seluruh pengurus dan warga PERSINAS ASAD Sumatera Barat.
“Amanah ini saya terima dengan keikhlasan melalui restu, doa, dan dukungan penuh dari seluruh keluarga besar PERSINAS ASAD se-Sumatera Barat. Ke depan, tugas kita bersama adalah melipatgandakan komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar potensi pesilat tradisi maupun prestasi dapat terwadahi secara paripurna,” tutur Roy.
Roy juga menyampaikan apresiasi kepada PB PERSINAS ASAD dan Pengprov IPSI Sumatera Barat atas dukungan terhadap pelaksanaan Musprov VI.
Ia menegaskan kepengurusan yang dipimpinnya akan terus mendorong pembinaan pesilat sekaligus memperkuat kontribusi PERSINAS ASAD dalam melestarikan khazanah silat Minangkabau.
“Bersama-sama kita menjaga amanah ini dengan memperkuat organisasi, pembinaan, prestasi, serta pelestarian tradisi silat di Sumatera Barat,” pungkasnya.
(Berlian/Rohmat)
