PERSINAS ASAD

Musprov VI ASAD Sumbar Perkuat Tradisi Silat dan Pembinaan Pesilat Berkarakter Luhur

Sumatera Barat , 16 September 2026 — Pengurus Provinsi (Pengprov) PERSINAS ASAD Sumatera Barat menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) VI selama dua hari, Selasa-Rabu (15-16/9/2026). Musprov menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi, pelestarian tradisi silat, serta pembinaan pesilat secara berkelanjutan.

Sekretaris Umum (Sekum) PB PERSINAS ASAD, Weda Hendragiri, mengatakan silat ASAD merupakan bela diri yang bersumber dari warisan leluhur bangsa. Menurutnya, masyarakat Minangkabau memiliki akar tradisi silat yang kuat sehingga PERSINAS ASAD perlu membangun hubungan baik dengan berbagai perguruan silat di Sumatera Barat.

“Ranah Minang merupakan daerah dengan akar budaya silat yang sangat kental, sehingga kehadiran PERSINAS ASAD harus mampu bersinergi erat dengan kearifan tradisi bela diri yang sudah mengakar kuat di tengah masyarakat,” ujar Weda.

Ia menegaskan potensi budaya tersebut perlu diikuti dengan pengelolaan organisasi dan pembinaan pesilat muda secara berjenjang. Pengprov bersama Pengkot PERSINAS ASAD di Sumatera Barat diminta aktif membangun pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga kemandirian.

“Pengprov nantinya bersama Pengkot yang ada harus aktif membina para pesilat agar tidak hanya mampu mencapai prestasi tertinggi di berbagai kejuaraan, melainkan juga sekaligus membentuk kemandirian hidup,” tegas Weda di hadapan peserta Musprov.

Weda mengatakan keberhasilan perguruan silat tidak semata-mata diukur dari jumlah medali yang diraih. Pembinaan juga perlu diarahkan untuk membentuk pesilat yang memiliki karakter, rendah hati, serta menjunjung tinggi nilai persaudaraan.

“Silat pada hakikatnya adalah wadah silaturahim untuk memperbanyak teman dan menjalin kerukunan antarsesama, bukan sarana unjuk kehebatan apalagi menyombongkan kemampuan bela diri,” ucapnya.

Karena itu, nilai moral dan budi pekerti luhur, menurut Weda, harus menjadi bagian dari proses pembinaan di gelanggang latihan. Dengan begitu, pesilat diharapkan memiliki integritas pribadi dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

“Saya mengajak seluruh pengurus, pelatih, dan warga perguruan untuk senantiasa meningkatkan akhlak mulia serta berbudi pekerti luhur dalam setiap sendi kehidupan,” imbuh Weda.

Ketua Pengprov PERSINAS ASAD Sumatera Barat masa bakti 2021-2026, Roy Gabro, menyatakan siap menindaklanjuti arahan PB PERSINAS ASAD. Menurutnya, Musprov menjadi bagian penting dalam menyatukan visi dan menyusun program pembinaan untuk kepengurusan berikutnya.

“Kegiatan konsolidasi ini merupakan bagian integral dari rangkaian agenda Musprov VI ASAD Sumbar guna menyatukan visi, menyusun program pembinaan strategis, serta mengokohkan struktur organisasi ke depan,” jelas Roy.

Roy menjelaskan Musprov berlangsung selama dua hari, dengan agenda yang mencakup konsolidasi organisasi hingga proses pergantian kepengurusan. Setelah kepengurusan periode 2021-2026 demisioner, akan dilanjutkan dengan kepengurusan baru untuk masa bakti 2026-2031.

“Semoga rangkaian agenda Musprov ini dapat berlangsung dengan tertib hingga dikukuhkannya kepengurusan baru untuk periode lima tahun mendatang,” kata Roy.

Musprov VI PERSINAS ASAD Sumatera Barat turut dihadiri jajaran pengurus dari tingkat kota se-Sumatera Barat. Dalam kegiatan tersebut, Pengprov PERSINAS ASAD Sumbar juga mengundang Ketua IPSI Sumatera Barat serta perwakilan perguruan silat di daerah tersebut.

Melalui Musprov VI, PERSINAS ASAD Sumatera Barat diharapkan dapat memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menjaga keseimbangan antara pembinaan prestasi, pembentukan karakter pesilat, dan pelestarian tradisi silat di Ranah Minang.