Pimpin Walikota Cup 2026, Ketua PERSINAS ASAD Surakarta Tunjukkan Dedikasi
Jawa Tengah — Kesuksesan Kejuaraan Pencak Silat Piala Wali Kota Surakarta 2026 yang berlangsung di GOR Indoor Manahan, Surakarta, pada 10–11 Oktober 2026, tidak lepas dari peran panitia yang bekerja di balik layar. Salah satu sosok yang mendapat kepercayaan untuk memimpin penyelenggaraan kegiatan tersebut adalah H. Suharno, S.Kar., yang akrab disapa Pak Dalang.
Selain menjabat sebagai Ketua PERSINAS ASAD Kota Surakarta, Suharno dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Panitia Kejuaraan Pencak Silat Piala Wali Kota Surakarta 2026. Kepercayaan tersebut menjadi tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh, mulai dari persiapan hingga seluruh rangkaian pertandingan selesai.
Kejuaraan yang diikuti 1.030 pesilat dari berbagai perguruan silat di bawah naungan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Surakarta tersebut berlangsung meriah. Ajang ini menjadi wadah kompetisi sekaligus pembinaan atlet untuk meningkatkan kemampuan, sportivitas, dan persaudaraan antarpesilat.
Di balik suasana pertandingan yang kompetitif, Pak Dalang dikenal sebagai sosok humanis, sederhana, dan penuh candaan. Pembawaannya yang hangat membuatnya mudah berkomunikasi dengan berbagai kalangan. Namun, di balik sikap santai dan senyumnya, ia memiliki komitmen tinggi dalam menjalankan tanggung jawab serta menjaga kepercayaan yang telah diberikan kepadanya.
Sebagai Ketua PERSINAS ASAD Kota Surakarta sekaligus Ketua Panitia kejuaraan, Suharno harus menjalankan dua tanggung jawab yang saling berkaitan, yakni mendukung pembinaan prestasi atlet dan memastikan penyelenggaraan kompetisi berjalan dengan baik. Hal tersebut membutuhkan koordinasi, komunikasi, serta kerja sama berbagai pihak.
Kepercayaan untuk memimpin panitia kejuaraan yang melibatkan banyak perguruan silat ini juga mencerminkan pentingnya kolaborasi dalam memajukan pencak silat di Kota Surakarta. Kesuksesan penyelenggaraan bukan semata-mata hasil kerja seorang ketua, melainkan buah dari kontribusi panitia, perguruan silat, pelatih, atlet, Official, dan seluruh pihak pendukung.
Dalam menjalankan amanahnya, Suharno menekankan bahwa pencak silat tidak hanya berkaitan dengan kemampuan bertanding dan meraih medali. Lebih dari itu, pencak silat harus menjadi sarana pembentukan karakter luhur, kedisiplinan, kesantunan, dan tanggung jawab generasi muda.
“Pesilat harus bisa menang di gelanggang, tetapi tetap santun di jalanan. Jadilah penengah, jangan membully, dan jangan sombong di luar gelanggang,” demikian pesan Suharno dalam rangkaian kejuaraan tersebut.
Di bawah kepemimpinannya sebagai Ketua PERSINAS ASAD Kota Surakarta, kontingen organisasi tersebut juga menorehkan prestasi membanggakan dalam kejuaraan ini. PERSINAS ASAD Kota Surakarta berhasil meraih Piala Grand Champion, Juara Umum I kategori Pra Remaja, serta penghargaan Pesilat Terbaik kategori Usia Dini.
Prestasi itu dilengkapi dengan perolehan 12 medali emas, delapan medali perak, dan tujuh medali perunggu. Capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan dan melahirkan atlet berprestasi.
Meski demikian, Suharno tidak melupakan kontribusi seluruh pihak yang terlibat. Ia menyampaikan terima kasih kepada para pelatih, atlet, Official, serta pembina yang senantiasa memberikan dukungan dan doa.
Menurutnya, keberhasilan merupakan hasil kebersamaan, kerukunan, kekompakan, dan kerja sama. Prinsip tersebut tidak hanya penting dalam membangun prestasi organisasi, tetapi juga menjadi bekal dalam menyelenggarakan kegiatan besar yang melibatkan berbagai unsur.
Sosok H. Suharno alias Pak Dalang menunjukkan bahwa kepemimpinan dapat dijalankan dengan kesederhanaan, pendekatan humanis, dan suasana penuh keakraban tanpa mengesampingkan tanggung jawab. Di balik canda dan senyumnya, terdapat kesungguhan untuk menjaga amanah serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pencak silat Kota Surakarta. (Humas ASAD Jateng)
