PERSINAS ASAD

Pasanggiri PERSINAS ASAD Baki dan Grogol Diikuti 250 Peserta, Perkuat Pembinaan Generasi Pendekar

Jawa Tengah – Pengurus Kecamatan (Pengcam) PERSINAS ASAD Baki dan Grogol menggelar kegiatan Pasanggiri PERSINAS ASAD pada Minggu, 25 Oktober 2026. Kegiatan yang diikuti sekitar 250 atlet ini berlangsung di Gedung Pondok Al Barokah, Dukuh, RW III, Sanggrahan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Peserta kegiatan terdiri dari generasi penerus (generus) putra dan putri dari berbagai kelompok usia, mulai dari usia dini, praremaja, remaja, hingga dewasa. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan didampingi oleh pendekar PERSINAS ASAD sabuk merah dari Kecamatan Baki dan Grogol, serta jajaran Pengurus Kabupaten (Pengkab) PERSINAS ASAD Kabupaten Sukoharjo.

Kegiatan Pasanggiri ini menjadi salah satu bentuk pembinaan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan generasi penerus dalam bidang pencak silat. Melalui kegiatan ini, para atlet mendapatkan kesempatan untuk menampilkan hasil latihan sekaligus mengasah mental, kedisiplinan, keberanian, dan semangat berkompetisi secara sehat.

Kehadiran para pendekar sabuk merah dan jajaran Pengkab PERSINAS ASAD turut mendukung jalannya pembinaan serta memberikan pendampingan kepada generasi penerus. Pendampingan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan pembinaan, sehingga para atlet dapat terus berkembang, baik dari segi kemampuan pencak silat maupun pembentukan karakter.

Selain sebagai ajang unjuk kemampuan, Pasanggiri ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antara generasi penerus, pendekar, dan pengurus PERSINAS ASAD. Dengan melibatkan peserta dari berbagai kelompok usia, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat kebersamaan sekaligus mendorong lahirnya atlet-atlet potensial yang mampu berprestasi di masa mendatang.

Melalui penyelenggaraan Pasanggiri ini, Pengcam PERSINAS ASAD Baki dan Grogol bersama Pengkab PERSINAS ASAD Kabupaten Sukoharjo diharapkan terus memperkuat pembinaan generasi penerus serta melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa. Upaya ini sejalan dengan semangat membentuk pendekar yang profesional, berprestasi, berkarakter, dan berbudi luhur. (Humas ASAD Jateng)