PERSINAS ASAD dan LDII Jatipurno Bersinergi, 132 Pesilat Putri Berlaga
Jawa Tengah – Sinergi pembinaan generasi muda melalui olahraga pencak silat menjadi perhatian PERSINAS ASAD bersama Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (PC LDII) Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pekan Olahraga Muda-Mudi (POM) cabang olahraga pasanggiri putri yang digelar di Pondok Pesantren Baitul Izza, Jatipurno, Minggu (25/10/2026).
Sebanyak 132 peserta dari kalangan remaja putri PC LDII Jatipurno, mulai usia sekolah menengah pertama (SMP) hingga dewasa, mengikuti kegiatan yang bertujuan meningkatkan keterampilan bela diri sekaligus mempererat kerukunan dan kekompakan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan generasi muda melalui pendekatan olahraga, dengan memadukan kemampuan fisik, kedisiplinan, sportivitas, serta pembentukan karakter berbudi pekerti luhur.
Melalui pasanggiri, para peserta memperoleh kesempatan menunjukkan hasil latihan pencak silat sekaligus mengembangkan rasa percaya diri dan keberanian tampil di hadapan peserta lainnya.
Ketua Panitia POM Pasanggiri Putri, Irsad, menegaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan tidak semata-mata diarahkan untuk mencari pemenang, tetapi lebih mengutamakan kebersamaan dan persaudaraan.
“Tidak semata-mata untuk mencari juara, tapi yang utama untuk kerukunan dan kekompakan,” ujar Irsad.
Menurutnya, kegiatan olahraga yang melibatkan generasi muda menjadi sarana positif untuk membangun hubungan sosial yang harmonis sekaligus menanamkan nilai saling menghargai antarpeserta.
Keterlibatan PERSINAS ASAD dalam pembinaan pencak silat bersama LDII diharapkan mampu memperluas kesempatan bagi generasi muda, khususnya perempuan, untuk mempelajari seni bela diri sebagai bagian dari warisan budaya bangsa.
Selain meningkatkan kemampuan teknik, latihan pencak silat juga menjadi sarana menjaga kebugaran, melatih konsentrasi, serta membangun sikap disiplin dan tanggung jawab.
Bagi LDII, kegiatan POM merupakan salah satu wadah pembinaan generasi penerus agar memiliki karakter positif, mampu bekerja sama, serta menjunjung tinggi nilai kerukunan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kerja sama tersebut, PERSINAS ASAD dan LDII Jatipurno berharap kegiatan pembinaan olahraga dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi generasi muda.
Pasanggiri putri ini sekaligus menunjukkan bahwa pencak silat tidak hanya menjadi ajang mengasah keterampilan bela diri, tetapi juga sarana memperkuat persaudaraan, menjaga kebersamaan, dan melestarikan budaya Indonesia. (Humas ASAD Jateng)
