PERSINAS ASAD

Ratusan Warga ASAD Karanganyar Buktikan Semangat Tak Pudar Lewat Pasanggiri

Jawa Tengah – Usia bukan menjadi penghalang untuk terus mengasah kemampuan seni bela diri. Sebanyak 150 pesilat berusia 45 tahun ke atas mengikuti Pasanggiri U45 PERSINAS ASAD yang digelar di Gedung Syifaul Qulub, Sembuh, Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (25/10/2026).

Kegiatan yang melibatkan peserta dari tiga kecamatan tersebut menjadi ajang untuk mengukur kemampuan sekaligus menjaga kebugaran fisik, meningkatkan keterampilan bela diri, dan mempererat silaturahmi antarpesilat senior.

Meski tidak lagi berusia muda, para peserta tetap menunjukkan antusiasme dalam mengikuti rangkaian kegiatan. Pasanggiri ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pembinaan berkelanjutan PERSINAS ASAD agar seni bela diri pencak silat tetap berkembang di berbagai kelompok usia.

Perwakilan Pengurus Kabupaten (Pengkab) PERSINAS ASAD Karanganyar, Surato, mengapresiasi semangat para peserta yang tetap aktif berlatih dan bersedia tampil menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Menurutnya, keberhasilan dalam pasanggiri tidak semata-mata diukur dari perolehan piala maupun pencapaian juara, tetapi juga dari keberanian, kesungguhan, dan konsistensi dalam mengikuti pembinaan.

“Semua berhasil menjadi juara. Kita harus tetap semangat menggerakkan PERSINAS ASAD di kelompok masing-masing. Mendapatkan piala atau tidak, itu hanya bonus. Yang terpenting, kegiatan ini diniatkan untuk mendapatkan pahala dari Allah,” ujar Surato.

Sementara itu, Ketua Pengkab PERSINAS ASAD Kabupaten Karanganyar, Joko Widodo, S.E., M.M., memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Pasanggiri U45 sebagai bagian dari pembinaan pencak silat yang menjangkau seluruh kelompok usia.

Joko menilai kegiatan bagi pesilat senior memiliki nilai penting, tidak hanya dalam mempertahankan keterampilan bela diri, tetapi juga untuk mendorong pola hidup sehat, memperkuat persaudaraan, serta menjaga kesinambungan pembinaan organisasi.

Ia berharap semangat para peserta dapat menjadi motivasi bagi anggota PERSINAS ASAD lainnya untuk terus berlatih secara rutin sesuai kemampuan dan kondisi fisik masing-masing.

Selain itu, keterlibatan pesilat senior diharapkan mampu memberikan contoh positif kepada generasi muda mengenai pentingnya kedisiplinan, ketekunan, sportivitas, dan kecintaan terhadap pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.

Melalui Pasanggiri U45, PERSINAS ASAD Karanganyar berupaya membangun ruang kebersamaan bagi para pesilat senior sekaligus memastikan kegiatan pembinaan tidak hanya berorientasi pada prestasi atlet muda, tetapi juga memberikan kesempatan kepada anggota yang telah berusia lanjut untuk tetap aktif.

Kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa semangat berlatih dan kecintaan terhadap pencak silat dapat terus dipelihara tanpa dibatasi usia. (Humas PERSINAS ASAD Jateng)