PERSINAS ASAD

ASAD Karanganyar Lomba Seni Beladiri Tradisi, Perkuat Pembinaan Karakter Generasi Muda

Jawa Tengah – Sebanyak 226 pesilat mengikuti Lomba Seni Bela Diri PERSINAS ASAD Tepak 3 yang diselenggarakan PERSINAS ASAD Pengcam 3J (Jumapolo, Jatipuro, dan Jatiyoso) di Gedung Syifaul Qulub, Sembuh, Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar, Minggu (1/11/2026).

Kegiatan ini diikuti peserta dari berbagai kelompok latihan di wilayah Pengcam 3J. Dari jumlah tersebut, tercatat 100 pesilat putri dan 71 pesilat putra, didampingi 55 official yang terdiri atas 34 official putri dan 21 official putra.

Lomba Tepak 3 menjadi bagian dari pembinaan untuk meningkatkan kemampuan teknik, ketepatan gerakan, serta kekompakan pesilat dalam menampilkan seni bela diri PERSINAS ASAD. Selain mengejar prestasi, kegiatan ini juga diarahkan untuk menanamkan nilai-nilai karakter luhur kepada generasi muda.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Pembina PERSINAS ASAD Pengcam Jumapolo, H. Sugimo, S.Pd. Dalam arahannya, ia mengajak seluruh peserta menjadikan perlombaan sebagai sarana mengamalkan 29 karakter luhur, menjaga sportivitas, serta membangun sikap saling menghormati antarpesilat.

Menurutnya, kemampuan bela diri perlu berjalan seiring dengan pembentukan kepribadian. Karena itu, setiap pesilat diharapkan mampu menunjukkan sikap disiplin, jujur, rendah hati, dan menjaga persaudaraan, baik di dalam maupun di luar gelanggang.

Kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan Pengurus Kabupaten (Pengkab) PERSINAS ASAD Karanganyar, Edi Susilo dan Joko. Dalam sambutannya, keduanya menekankan pentingnya pembinaan generasi muda agar memiliki jiwa cinta tanah air, meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, serta tumbuh menjadi pesilat yang berkarakter luhur.

Rangkaian acara berlangsung dengan penampilan para peserta yang menunjukkan kemampuan teknik dan kekompakan dalam setiap perlombaan. Kegiatan kemudian ditutup dengan pengumuman hasil lomba serta penyerahan penghargaan kepada para pemenang.

Melalui kegiatan ini, PERSINAS ASAD Pengcam 3J berharap pembinaan pesilat dapat terus berkembang dan melahirkan generasi muda yang tidak hanya berprestasi dalam seni bela diri, tetapi juga memiliki akhlak mulia, jiwa nasionalisme, serta komitmen melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa. (Humas ASAD Jateng)