PERSINAS ASAD

Semangat Srikandi Silat Menggelora, Ratusan ASAD Putri Meriahkan Pasanggiri ASAD Karanganyar

Jawa Tengah – Semangat pesilat putri mewarnai pelaksanaan Pasanggiri Putri PERSINAS ASAD Karanganyar Timur yang digelar di Lapangan Futsal Al Hidayah, Ganoman, Matesih, Kabupaten Karanganyar, Minggu (1/11/2026). Kegiatan yang diselenggarakan melalui Pengurus Kecamatan (Pengcam) Matesih tersebut diikuti sebanyak 396 peserta.

Pasanggiri menjadi salah satu agenda pembinaan untuk mengukur kemampuan sekaligus meningkatkan keterampilan para pesilat putri setelah menjalani latihan. Kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi dan memperkuat kebersamaan antarpesilat di lingkungan PERSINAS ASAD.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan sambutan penyelenggara, dilanjutkan arahan dari perwakilan Pengurus Kabupaten (Pengkab) PERSINAS ASAD. Selanjutnya, para peserta mengikuti pelaksanaan Pasanggiri dengan menunjukkan kemampuan dan penguasaan materi latihan yang telah dipelajari.

Perwakilan Pengkab PERSINAS ASAD, Warsono, dalam arahannya mengingatkan para pesilat agar senantiasa menjaga kerukunan dan kekompakan. Ia berharap semakin banyak remaja putri yang tertarik menekuni pencak silat sebagai bekal membangun karakter sekaligus kemampuan menjaga diri.

“Mari kita kedepankan kerukunan dan kekompakan di antara sesama pesilat. Saya berharap ke depan semakin banyak remaja putri yang menekuni latihan silat, sehingga semakin kuat benteng moral dan kemampuan menjaga diri,” ungkap Warsono.

Ia menegaskan, esensi Pasanggiri bukan semata-mata mengejar kemenangan. Menurutnya, nilai persaudaraan dan kejujuran harus tetap menjadi landasan setiap pesilat dalam mengikuti kegiatan maupun menjalani kehidupan sehari-hari.

Antusiasme 396 peserta dalam kegiatan tersebut menunjukkan semangat pesilat putri untuk terus mengembangkan kemampuan dan mengikuti pembinaan secara berkelanjutan.

Melalui Pasanggiri Putri ini, PERSINAS ASAD Karanganyar Timur 1 berharap semakin banyak lahir srikandi-srikandi silat yang tangguh, berprestasi, disiplin, serta memiliki akhlak mulia. Tidak hanya piawai dalam bela diri, para pesilat putri juga diharapkan mampu menjadi generasi yang berkarakter dan membawa nilai-nilai luhur pencak silat di tengah masyarakat. (Humas ASAD JATENG)