PERSINAS ASAD

ASAD Cibubur Jaga Tradisi Pencak Silat Lewat Latihan Rutin Lintas Generasi

DKI Jakarta — Semangat melestarikan pencak silat terus tumbuh di tengah masyarakat Cibubur. Sepanjang September 2026, warga dari sejumlah kelompok latihan PERSINAS ASAD rutin berlatih pencak silat dengan melibatkan peserta dari berbagai kelompok usia.

Kegiatan latihan berlangsung di sejumlah kelompok latihan atau padepokan warga Cibubur, di antaranya ASAD Kelompok 1, Kelompok 2, dan Kelompok 3. Pesertanya tidak hanya laki-laki, tetapi juga perempuan serta anak-anak usia dini.

Berdasarkan data kegiatan, ASAD Kelompok 1 menggelar latihan pada 3 September 2026 dengan 40 peserta, terdiri atas 16 laki-laki dan 24 perempuan.

Sementara ASAD Kelompok 2 melaksanakan latihan pada 2 dan 10 September 2026 dengan jumlah peserta 41 orang, terdiri atas 17 laki-laki dan 24 perempuan.

Adapun ASAD Kelompok 3 menggelar latihan pada 14 September 2026 dengan 28 peserta, terdiri atas 14 laki-laki dan 14 perempuan.

Dari tiga kelompok tersebut, sedikitnya 109 peserta tercatat mengikuti kegiatan latihan selama periode September 2026.

Jumlah itu belum termasuk peserta usia dini yang rutin mengikuti latihan di TPA Rawakuda. Mereka bergabung bersama warga Desa Rawakuda dalam latihan yang digelar setiap Jumat sore.

Kegiatan latihan PERSINAS ASAD di Cibubur memperlihatkan keterlibatan masyarakat dari berbagai kelompok usia. Anak-anak, remaja, hingga orang dewasa berlatih bersama dalam suasana kebersamaan.

Latihan pencak silat tidak hanya menjadi aktivitas olahraga. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk membangun kedisiplinan, ketekunan, kebersamaan, serta sikap saling menghormati.

Keterlibatan perempuan dan peserta usia dini juga menunjukkan bahwa pencak silat dapat dipelajari oleh berbagai kalangan. Pembinaan yang dilakukan secara rutin sekaligus membuka ruang bagi proses regenerasi pesilat sejak usia muda.

Pencak silat pun tidak hanya hadir dalam arena pertandingan. Latihan yang berlangsung di tengah permukiman warga menjadi salah satu cara mendekatkan seni bela diri tradisional Indonesia tersebut dengan kehidupan masyarakat.

Keberadaan kelompok-kelompok latihan PERSINAS ASAD di Cibubur menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan pencak silat melalui kegiatan yang dilakukan secara konsisten di lingkungan masyarakat.

Bagi peserta usia dini, latihan menjadi kesempatan untuk mengenal pencak silat sejak awal. Sementara bagi peserta dewasa, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk berolahraga sekaligus mempererat kebersamaan.

Latihan rutin juga menjadi momentum silaturahim antarwarga. Dari kegiatan tersebut, nilai-nilai pencak silat dapat diperkenalkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Dengan semangat latihan yang terus terjaga, kelompok-kelompok PERSINAS ASAD di Cibubur turut mengambil bagian dalam memasyarakatkan pencak silat sekaligus menjaga tradisi bela diri Indonesia tetap hidup di tengah masyarakat.