ASAD dan Perguruan Silat Dukung Polres Mojokerto Cegah Gesekan Antarpesilat
JAWA TIMUR — PERSINAS ASAD Kabupaten Mojokerto bersama tujuh perguruan pencak silat lainnya mendukung upaya Polres Mojokerto mencegah gesekan antarpesilat dan menjaga kondusivitas keamanan daerah. Komitmen tersebut mengemuka dalam silaturahim antarperguruan yang digelar Kapolres Mojokerto di Mapolres Mojokerto, Jumat (6/11/2026).
Ketua Pengkab PERSINAS ASAD Kabupaten Mojokerto H. Sujadi bersama Sekretaris Bustanul Arifin turut menghadiri kegiatan tersebut. Silaturahim ini juga diikuti tujuh perguruan pencak silat lainnya, yakni PSHT, IKSPI, Tapak Suci, Perisai Diri, Pagar Nusa, Dalikumbang, dan Bakti Persadha.
Kapolres Mojokerto AKBP Raden Erik Bangun Prakasa mengajak seluruh komponen masyarakat, termasuk perguruan pencak silat, berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ia menegaskan, perbedaan perguruan tidak boleh menjadi alasan munculnya perselisihan.
“Seluruh perguruan pencak silat memiliki tanggung jawab bersama menjaga kondusivitas Kabupaten Mojokerto. Kami ingin semua perguruan bisa menjalin persaudaraan dan menghindari gesekan yang dapat mengganggu keamanan masyarakat,” ujar Erik.
Untuk mendukung hal tersebut, Polres Mojokerto berkomitmen mewadahi kegiatan pencak silat melalui berbagai agenda positif. Salah satunya dengan merencanakan penyelenggaraan Kapolres VI Cup.
Ketua Pengkab PERSINAS ASAD Kabupaten Mojokerto H. Sujadi menyambut baik upaya Polres Mojokerto dalam mempererat hubungan antarp perguruan. Menurutnya, komunikasi dan kebersamaan perlu terus dibangun agar pencak silat menjadi sarana memperkuat persaudaraan, bukan sebaliknya.
“PERSINAS ASAD mendukung upaya Polres Mojokerto menjaga kondusivitas daerah. Kami berharap seluruh perguruan dapat mengedepankan persaudaraan, saling menghormati, dan menjaga nama baik pencak silat. Perbedaan perguruan jangan sampai memecah persatuan,” kata Sujadi.
Ia juga berharap dukungan Polres Mojokerto terhadap kegiatan pencak silat dapat membuka lebih banyak ruang pembinaan dan kompetisi bagi para pesilat. Dengan demikian, energi generasi muda dapat diarahkan pada kegiatan olahraga dan pencapaian prestasi.
Melalui silaturahim tersebut, hubungan antarp perguruan diharapkan semakin erat. Sinergi antara kepolisian dan komunitas pencak silat menjadi salah satu modal penting dalam menjaga keamanan serta persatuan masyarakat Kabupaten Mojokerto.
