ASAD Day Jadi Parameter Keberhasilan Regenerasi Pesilat yang Berlelanjutan dan Berkarakter
Papua Barat, Hampir sepekan perhelatan ASAD Day telah berakhir, kegiatan yang dipusatkan di Gedung Lodwijk Mandacan Kampung Udapi Hilir Distrik Aimasi (Ahad 30/08/2026) banyak meninggalkan momen-momen penting yang menjadi catatan, kenangan maupun kebanggaan, salah satunya adalah keberhasilan kegiatan ASAD Day ini yang mampu melahirkan atlit-atlit pesilat berbakat dan berkarakter masa depan PERSINAS ASAD.
Adalah Akhtar Ali Fahrizki Kuaras (7 th)
yang melawan Reino Alfaresa Yusuf (7 th) yang bertanding di kelas Usia Dini 1 menjadi salah satu bukti bahwa pembinaan atlit usia dini berkelanjutan terus diperkuat, sehingga anak-anak generasi penerus warga PERSINAS ASAD tidak saja bisa memiliki jiwa keberanian dalam bertanding namun berkarakter karena selalu ditanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tata krama, sopan santun dan etika.
Achiruddin Jamal, A.Md orang tua Akhtar membenarkan bahwa belajar silat di PERSINAS ASAD tidak saja diberikan ilmu-ilmu beladiri sejak usia dini sehingga anak-anak generasi penerus bangsa memiliki jiwa pemberani namun juga ilmu agama dan 29 karakter luhur diantaranya yang mengajak atlit untuk bisa hormat kepada orang tua, yang dituakan, sopan santun dan lain-lain, sehingga Achiruddin merasa bangga. “Kami sebagai orang tua merasa bangga dan bersyukur anak-anak kami dilatih di PERSINAS ASAD, kami sangat dibantu dalam pembinaan mental sekaligus pendidikan karakter,” ungkap Achiruddin.
