PERSINAS ASAD

ASAD Dorong Pembinaan Pencak Silat Wonogiri Lewat Pelatih dan PPOP Baru

Jawa Tengah (03/09) — Pencak silat Wonogiri bersiap memasuki babak baru dalam pembinaan olahraga prestasi. Sejumlah agenda strategis disiapkan Pengurus Kabupaten Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Wonogiri untuk memperkuat pembinaan pesilat, meningkatkan kualitas pelatih, hingga mendorong terbentuknya pusat pembinaan pesilat pelajar.

Agenda tersebut dibahas saat jajaran IPSI Wonogiri melakukan audiensi dengan Bupati Wonogiri Setyo Sukarno di Ruang Kerja Bupati, Kamis (3/9/2026).

Ketua Umum IPSI Wonogiri, Weda Hendragiri, bersama jajaran pengurus memaparkan program kerja semester II 2026. Ada empat agenda utama yang menjadi prioritas IPSI Wonogiri dalam beberapa bulan mendatang.

Program pertama yakni Penataran Pelatih. Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia di bidang kepelatihan.

Dengan peningkatan kualitas pelatih, proses pembinaan pesilat diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan memiliki standar yang semakin baik.

Agenda berikutnya adalah Apel Akbar Pendekar dalam rangka memperingati Hari Pahlawan. Kegiatan tersebut dirancang sebagai momentum mempererat silaturrahim sekaligus membangun kerukunan antarperguruan pencak silat di Wonogiri.

“Talenta muda pencak silat Wonogiri diharapkan tidak hanya muncul secara sporadis dari berbagai perguruan, tetapi dapat dibina melalui sistem pembinaan olahraga prestasi yang lebih terintegrasi,” ujar Weda Hendragiri.

Selain itu, IPSI Wonogiri juga mempersiapkan Kejuaraan Pencak Silat Raden Mas Said VII Piala Bupati. Kejuaraan ini diharapkan menjadi ajang bagi para pesilat Wonogiri untuk menguji kemampuan sekaligus meningkatkan pengalaman bertanding dan prestasi.

Namun, salah satu agenda yang dinilai memiliki dampak jangka panjang terhadap pembinaan pesilat adalah usulan pembentukan Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP) khusus cabang olahraga pencak silat.

Jika terealisasi, PPOP tersebut dapat menjadi wadah pembinaan pesilat pelajar secara lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.

Konsep tersebut diharapkan mampu menjembatani proses pembinaan pesilat muda dari tingkat perguruan menuju sistem pembinaan olahraga prestasi yang lebih terintegrasi.

Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menyambut baik berbagai program yang disampaikan jajaran IPSI Wonogiri. Pemerintah Kabupaten Wonogiri juga memberikan apresiasi terhadap upaya peningkatan kualitas pembinaan olahraga dan prestasi daerah.

Khusus mengenai usulan PPOP, Bupati meminta IPSI Wonogiri segera melakukan koordinasi secara intensif dengan bidang teknis terkait.

Koordinasi tersebut diperlukan agar rencana pembentukan PPOP dapat dikaji secara menyeluruh dan berjalan sesuai ketentuan serta regulasi yang berlaku.

Langkah ini menjadi tahap awal untuk melihat peluang integrasi program PPOP ke dalam kebijakan Pemerintah Kabupaten Wonogiri, khususnya dalam kerangka pembinaan olahraga prestasi jangka panjang.

Audiensi tersebut sekaligus memperkuat komunikasi antara organisasi olahraga dan pemerintah daerah. Kolaborasi keduanya diharapkan mampu menciptakan pola pembinaan pencak silat yang semakin terarah, terutama dalam menyiapkan pesilat-pesilat muda potensial.

Dengan agenda penataran pelatih, Apel Akbar Pendekar, Kejuaraan Raden Mas Said VII Piala Bupati, hingga usulan PPOP, IPSI Wonogiri tidak hanya menargetkan prestasi melalui kompetisi.

Lebih jauh, berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun fondasi pembinaan pencak silat yang berkelanjutan.

Target akhirnya adalah semakin banyak pesilat muda Wonogiri yang mampu meraih podium dan membawa nama daerah ke level regional hingga nasional.