ASAD Poso Gelar Pasanggiri Kabupaten, Diikuti 90 Pesilat Lestarikan Budaya Pencak Silat
Sulawesi Tengah (29/06) – Pengurus Kabupaten (Pengkab) PERSINAS ASAD Kabupaten Poso menggelar Pasanggiri Tingkat Kabupaten sebagai upaya melestarikan budaya pencak silat sekaligus membina pesilat muda yang berkarakter dan berprestasi. Kegiatan berlangsung di Padepokan PERSINAS ASAD, Desa Lantojaya, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Minggu (28/6/2026).
Sebanyak 90 peserta dari berbagai ranting di bawah naungan Pengkab PERSINAS ASAD Kabupaten Poso mengikuti pasanggiri dengan penuh semangat. Mereka menampilkan jurus-jurus terbaik, ketepatan teknik, serta keindahan gerak khas PERSINAS ASAD yang dipadukan dengan nilai-nilai luhur pencak silat.
Ketua Pengkab PERSINAS ASAD Kabupaten Poso, AKP Yusuf Hertanto, mengatakan pasanggiri menjadi sarana untuk mengukur hasil pembinaan yang telah dilakukan di masing-masing ranting. Selain sebagai ajang evaluasi kemampuan, kegiatan ini juga menjadi media pembentukan karakter dan mempererat silaturahim antarpesilat.
“Melalui ajang pasanggiri ini tentunya menjadi ajang evaluasi sejauh mana kemampuan para pesilat dalam menerima materi yang sudah diajarkan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkokoh silaturahim di antara para pesilat,” ujar Yusuf Hertanto.
Menurutnya, pencak silat bukan hanya mengajarkan teknik bela diri, tetapi juga membentuk pribadi yang disiplin, berani, bertanggung jawab, serta menjunjung tinggi nilai-nilai akhlak mulia. Karena itu, pembinaan melalui kegiatan seperti pasanggiri perlu terus dilakukan secara berkelanjutan.
Suasana kompetisi berlangsung meriah dengan dukungan para pelatih, orang tua, dan warga sekitar yang hadir memberikan semangat kepada peserta. Setiap pesilat berusaha menampilkan kemampuan terbaiknya di hadapan dewan juri sebagai hasil dari latihan rutin yang selama ini dijalani.
Melalui penyelenggaraan Pasanggiri Tingkat Kabupaten 2026, Pengkab PERSINAS ASAD Kabupaten Poso berharap semakin banyak generasi muda yang mencintai pencak silat sebagai warisan budaya bangsa. Kegiatan ini juga diharapkan mampu melahirkan pesilat-pesilat berprestasi yang siap mengharumkan nama Kabupaten Poso di tingkat provinsi maupun nasional, sekaligus memperkuat eksistensi PERSINAS ASAD dalam pembinaan karakter generasi muda melalui olahraga dan seni bela diri.
