PERSINAS ASAD

ASAD Tanah Bumbu Matangkan Juri Pasanggiri Putri Lewat Pelatihan Zona 2

Kalimantan Selatan (02/08) – PERSINAS ASAD Kabupaten Tanah Bumbu terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Pasanggiri Putri dengan menggelar Pelatihan Wasit dan Juri Zona 2. Kegiatan ini berlangsung di Desa Sumber Baru, Kecamatan Angsana, dan diikuti peserta dari ranting Angsana, Satui, dan Sungai Loban.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan PERSINAS ASAD, khususnya bagi wasit dan juri yang akan bertugas pada ajang Pasanggiri Putri mendatang.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai aturan penilaian, mekanisme pertandingan, serta penyamaan persepsi dalam menerapkan ketentuan yang berlaku di lingkungan PERSINAS ASAD. Langkah ini dilakukan agar setiap keputusan yang diambil saat pertandingan berlangsung dapat dilakukan secara profesional, objektif, adil, dan konsisten.

Selain meningkatkan kompetensi teknis, pelatihan juga bertujuan memperkuat integritas para wasit dan juri sebagai garda terdepan dalam menjaga kualitas pelaksanaan pasanggiri. Kehadiran perangkat pertandingan yang kompeten dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan kompetisi yang tertib, sportif, dan berwibawa.

Melalui pelatihan ini, PERSINAS ASAD Kabupaten Tanah Bumbu berharap pelaksanaan Pasanggiri Putri dapat berlangsung lancar serta menjadi wadah lahirnya pesilat-pesilat berprestasi yang tidak hanya unggul dalam kemampuan bela diri, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dan akhlakul karimah.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen PERSINAS ASAD Kabupaten Tanah Bumbu dalam membangun organisasi yang semakin profesional, memperkuat pembinaan di tingkat ranting, serta mencetak generasi pesilat yang tangguh, berprestasi, dan berkarakter.

Sejalan dengan semangat “Berlatih, Berprestasi, Berakhlakul Karimah,” PERSINAS ASAD Kabupaten Tanah Bumbu optimistis pembinaan yang berkelanjutan akan melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas, baik sebagai pesilat maupun sebagai perangkat pertandingan yang mampu menjaga marwah pencak silat.