Cetak Pesilat Berkarakter, PERSINAS ASAD Banda Aceh Gelar Latihan Usia Dini
Aceh (12/06) – PERSINAS ASAD Kota Banda Aceh terus melakukan pembinaan pesilat usia dini sebagai upaya menyiapkan generasi muda yang tidak hanya menguasai teknik bela diri, tetapi juga memiliki karakter, kedisiplinan, dan akhlak yang baik. Komitmen tersebut diwujudkan melalui latihan rutin yang digelar di Padepokan Al Mukmin, Banda Aceh, Kamis (11/6).
Ketua PERSINAS ASAD Kota Banda Aceh, Achmad Mu’min, mengatakan pembinaan sejak usia dini merupakan investasi penting untuk melahirkan atlet-atlet berkualitas sekaligus generasi penerus yang berkarakter kuat.
“Usia anak-anak merupakan masa yang sangat tepat untuk membentuk karakter, disiplin, dan mental yang kuat. Karena itu, PERSINAS ASAD memberikan pembinaan secara berkelanjutan agar mereka tidak hanya mahir dalam pencak silat, tetapi juga memiliki akhlakul karimah sebagai bekal kehidupan di masa depan,” ujarnya.
Kegiatan yang diikuti puluhan peserta tingkat sekolah dasar tersebut dilatih oleh Ridho Mizanur Haqi. Para peserta mendapatkan materi teknik dasar pencak silat, khususnya jurus tunggal, yang menjadi fondasi penting sebelum mempelajari teknik-teknik lanjutan.
Achmad Mu’min menjelaskan bahwa latihan rutin tidak semata-mata berorientasi pada prestasi olahraga. Menurutnya, pencak silat juga menjadi sarana pendidikan karakter yang efektif bagi anak-anak di tengah berbagai tantangan perkembangan zaman.
“Melalui latihan yang teratur, anak-anak belajar menghormati pelatih, menghargai teman, menjaga disiplin waktu, serta membangun rasa percaya diri. Nilai-nilai inilah yang menjadi bagian penting dari proses pembinaan yang kami lakukan,” katanya.
Achmad Mu’min menambahkan pembinaan usia dini merupakan fondasi utama dalam membangun prestasi jangka panjang. Semakin dini seorang anak mendapatkan pembinaan yang benar, semakin besar peluangnya berkembang menjadi atlet berprestasi sekaligus pribadi yang bertanggung jawab.
“Harapan kami, anak-anak yang berlatih hari ini kelak menjadi generasi yang sehat, tangguh, berprestasi, serta mampu membawa nama baik keluarga, daerah, dan organisasi. Pembinaan usia dini adalah pondasi untuk mencetak pesilat yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga kuat dalam iman, akhlak, dan kepribadian,” tutupnya.
