Dua Juara POPDA Jateng Bersiap ke Uzbekistan, ASAD Minta Dukungan Dispora Jateng
Jawa Tengah – Pengurus Provinsi PERSINAS ASAD Jawa Tengah melakukan audiensi dengan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Tengah di Semarang, Rabu (14/10/2026). Pertemuan ini menjadi langkah memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, terutama dalam pembinaan atlet pencak silat, peningkatan prestasi olahraga, serta dukungan bagi pesilat muda yang akan berlaga di tingkat internasional.
Audiensi yang diterima Sekretaris Dispora Jawa Tengah, Syurya Deta Syafrie, S.T., M.T., tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Deta didampingi Erlangga Ardianza Wibowo, S.Pd., M.Pd., dari Bidang Peningkatan Prestasi dan Olahraga serta Rahmat Fitrah Ramdhani, S.Pd., dari Bidang Kebudayaan dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah.
Rombongan PERSINAS ASAD Jateng dipimpin Ketua Pengprov, Drs. H. Sutiyono, M.Pd., bersama Dewan Pembina K.H. Sutono, S.E., dan K.H. Sumarmono. Turut hadir Sekretaris Muhsin Hidayat, Wakil Sekretaris Dr. Andi Sunyoto, S.E., M.M., M.H., dan Kuspiyoto, S.M., Bendahara H. Cahyo Tri Saputro, serta Ketua Biro Humas, Media dan Sponsorship Rizal Putra Milda.
Hadir pula Barata Yuda dari Departemen Kepelatihan PB PERSINAS ASAD yang juga merupakan pelatih Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) pencak silat Jawa Tengah. Dua pesilat berprestasi yang turut hadir ialah Abdul Fauzan Nur Adhimma dari Klaten dan Saffa Dzaky Azaria Rizky dari Surakarta.
Keduanya merupakan juara pertama Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Tengah 2026. Abdul Fauzan Nur Adhimma meraih juara pertama kategori laga, sedangkan Saffa Dzaky Azaria Rizky meraih juara pertama kategori seni tunggal tingkat SMA. Prestasi tersebut menjadi modal penting bagi keduanya untuk terus mengembangkan kemampuan dan bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
Dalam pertemuan itu, Ketua Pengprov PERSINAS ASAD Jateng, Sutiyono, memaparkan perkembangan pembinaan serta berbagai prestasi pesilat yang telah mengharumkan nama Jawa Tengah di tingkat nasional hingga internasional. Salah satunya Khoirudin Mustaqim, pesilat PERSINAS ASAD asal Klaten yang kini bertugas sebagai anggota Kepolisian di Polresta Klaten.
Sutiyono, yang juga menjabat Wakil Ketua Umum VI IPSI Jawa Tengah, berharap pemerintah provinsi terus memberikan dukungan terhadap pembinaan atlet. Menurutnya, sinergi antara perguruan pencak silat dan pemerintah diperlukan agar pembinaan berjalan berkelanjutan serta mampu melahirkan atlet yang berprestasi dan membawa nama baik daerah maupun bangsa.
Ia juga menyampaikan perhatian terhadap persiapan Abdul Fauzan dan Saffa Dzaky yang dijadwalkan mewakili Indonesia bersama pesilat nasional lainnya dalam kejuaraan World Cup Junior Championship di Uzbekistan pada Desember 2026. Dukungan pembinaan dan perhatian pemerintah diharapkan dapat membantu kedua atlet mempersiapkan diri secara optimal menghadapi persaingan internasional.
Menanggapi aspirasi tersebut, Syurya Deta Syafrie menyampaikan apresiasi atas kunjungan PERSINAS ASAD Jateng serta kontribusinya dalam mengembangkan olahraga pencak silat. Ia berharap komunikasi dan sinergi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan, terutama untuk mendukung atlet-atlet potensial Jawa Tengah.
Deta mengatakan akan meneruskan hasil audiensi kepada Kepala Dispora dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Ia juga menyampaikan akan mengupayakan agar PERSINAS ASAD dapat beraudiensi secara langsung dengan gubernur untuk membahas pembinaan atlet, termasuk persiapan keberangkatan Abdul Fauzan dan Saffa Dzaky ke Uzbekistan.
“Kami akan menyampaikan kepada Kepala Dispora dan Bapak Gubernur agar PERSINAS ASAD bisa segera beraudiensi langsung dengan gubernur untuk mendapatkan perhatian dan dukungan pembinaan, terutama menjelang keberangkatan Mas Fauzan dan Mas Saffa ke Uzbekistan pada Desember mendatang.
Semoga mereka mampu meraih prestasi internasional dan membawa harum nama Jawa Tengah serta Indonesia,” ujar Deta.
Ia juga berharap para pesilat PERSINAS ASAD terus berkembang dan mampu meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional. Menurutnya, pencapaian para atlet perlu dipublikasikan secara luas melalui media sosial agar masyarakat semakin mengenal potensi olahraga Jawa Tengah.
“Jawa Tengah tidak pernah kehabisan talenta pesilat berprestasi. Prestasi mereka perlu diangkat melalui media sosial agar semakin dikenal luas dan menjadi inspirasi bagi generasi muda,” katanya.
Deta menambahkan, pembinaan olahraga perlu dibangun melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk Dispora, IPSI, dan perguruan pencak silat di Jawa Tengah. Ia berharap sinergi tersebut dapat melahirkan ekosistem olahraga yang berkelanjutan sekaligus mendorong pencak silat semakin diminati masyarakat.
“Olahraga merupakan kegiatan yang menyenangkan, bukan sesuatu yang menakutkan. Kami ingin pencak silat semakin dikenal melalui pemberitaan dan media sosial dengan narasi yang positif. Karena itu, kami mengajak PERSINAS ASAD berkolaborasi dengan Humas Dispora melalui Instagram, Facebook, TikTok, dan berbagai media lainnya,” ungkapnya.
Deta juga meminta PERSINAS ASAD menyampaikan data para pesilat kepada Dispora sebagai bahan untuk merumuskan peluang kerja sama dan program pembinaan ke depan. Ia berharap atlet-atlet muda yang berkembang melalui pembinaan perguruan dapat menjadi bagian penting dari regenerasi dan kemajuan olahraga di Jawa Tengah.
Sementara itu, Wakil Sekretaris PERSINAS ASAD Jateng, Dr. Andi Sunyoto, S.E., M.M., M.H., turut memperkenalkan jajaran rombongan kepada perwakilan Dispora. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kerja sama dalam pembinaan atlet, publikasi prestasi, serta pengembangan pencak silat sebagai olahraga yang membanggakan daerah dan bangsa.
Melalui audiensi ini, PERSINAS ASAD Jawa Tengah berharap terbangun komunikasi yang semakin erat dengan pemerintah provinsi. Dukungan bersama diharapkan mampu memperkuat pembinaan pesilat sejak usia pelajar, membuka peluang prestasi yang lebih luas, serta mengantarkan atlet-atlet Jawa Tengah berkontribusi bagi kejayaan pencak silat Indonesia di kancah internasional. (Humas PERSINAS ASAD Jawa Tengah)
