Dua Pesilat PERSINAS ASAD Raih Medali di O2SN Nasional 2026
JAKARTA — Dua pesilat PERSINAS ASAD berhasil meraih medali pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat nasional 2026. Ajang olahraga pelajar jenjang SD dan SMP tersebut berlangsung di GOR POPKI, Cibubur, Jakarta Timur, pada 17–23 Agustus 2026.
Dua medali tersebut diraih melalui nomor berbeda. Abdullah As’ad Abyari, pesilat asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), meraih medali perak pada kategori tunggal putra jenjang SD.
Sementara itu, Malka Abiyu Bara’ dari Kalimantan Selatan menyumbangkan medali perunggu pada kategori tanding putra jenjang SMP.
Prestasi tersebut menjadi bagian dari pembinaan pesilat usia pelajar yang dilakukan PERSINAS ASAD secara berkelanjutan. Pada O2SN 2026, sebanyak sembilan pesilat PERSINAS ASAD dari sejumlah provinsi ambil bagian pada kategori tunggal dan tanding jenjang SD maupun SMP.
Abdul Malik, ayah sekaligus pelatih PERSINAS ASAD di tingkat provinsi, mengatakan keberhasilan Abdullah tidak lepas dari ketekunan dan kesabaran dalam menjalani latihan.
“Tidak ada strategi khusus. Hanya meyakinkan kepada anak bahwa ketekunan dan kesabaran akan menghasilkan sesuatu yang besar,” ujar Abdul Malik.
Abdullah menjalani latihan secara rutin setiap hari. Adapun persiapan khusus untuk menghadapi O2SN dimulai sekitar dua pekan sebelum pelaksanaan O2SN tingkat provinsi pada Juli 2026.
Menurut Abdul Malik, keikutsertaan Abdullah di tingkat nasional merupakan bagian dari program pembinaan yang telah dipersiapkan sejak tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah, tetap bangga dengan pencapaian tahun ini. Untuk persiapan O2SN, Ananda memang sudah diproyeksikan sejak mengikuti O2SN tahun lalu. Namun, persiapan khusus hanya dilakukan selama dua minggu sebelum keberangkatan ke Jakarta,” katanya.
Ia menegaskan medali yang diraih Abdullah bukan menjadi tujuan akhir. Prestasi tersebut justru menjadi bagian dari proses pembinaan untuk menghadapi persaingan pada jenjang yang lebih tinggi.
Sementara itu, pelatih PERSINAS ASAD Kalimantan Selatan, Hadi Purnomo Rosyidi, menjelaskan persiapan Malka menuju O2SN dilakukan melalui proses seleksi secara berjenjang.
Proses tersebut dimulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi hingga nasional dan berlangsung kurang lebih selama enam bulan.
“Keseluruhan proses tersebut berlangsung kurang lebih enam bulan,” kata Hadi.
Di luar persiapan menghadapi kompetisi, Malka tetap menjalani program latihan jangka panjang dengan frekuensi lima kali dalam sepekan. Materi latihan mencakup aspek fisik, teknik, serta sparring yang dilakukan satu kali setiap pekan.
Hadi menilai medali perunggu di O2SN nasional menjadi modal penting bagi Malka untuk menghadapi kompetisi berikutnya. Menurutnya, perjalanan pembinaan Malka masih panjang dan masih terbuka ruang untuk meningkatkan kemampuan.
“Untuk ke depannya target tahun depan di POPDA (Pekan Olahraga Pelajar Daerah). Kemudian kita ke POPNAS (Pekan Olahraga Pelajar Nasional) dan ASEAN School Games,” ujar Hadi.
Ia menyebut O2SN 2026 menjadi salah satu tahapan dalam program pembinaan Malka. Target jangka panjang diarahkan pada kompetisi dengan level yang lebih tinggi.
“Adapun O2SN ini untuk batu loncatan saja karena secara program latihan seharusnya dia belum mencapai ke situ, ke nasional. Jadi tahapannya masih jauh,” katanya.
Keterlibatan PERSINAS ASAD pada O2SN 2026 tidak hanya melalui para pesilat. Sejumlah pelatih serta wasit juri juga ambil bagian dalam ajang olahraga pelajar tingkat nasional tersebut.
Tiga pelatih yang tercatat mendampingi kontingen yakni Agus Syaifudin, Yoga Yudha Perwira, dan Hadi Purnomo Rosyidi.
Sementara itu, jajaran wasit juri PERSINAS ASAD terdiri atas Mochammad Widodo, Yuslan Bayu Aji, Sulton Efendi, dan Nasrulloh Mubarok.
Keterlibatan pesilat, pelatih, dan wasit juri tersebut menjadi bagian dari kontribusi PERSINAS ASAD dalam pengembangan sumber daya pencak silat, khususnya di kalangan pelajar.
Dua medali pada O2SN nasional 2026 diharapkan menjadi motivasi bagi PERSINAS ASAD untuk terus memperkuat pembinaan secara konsisten. Prestasi tersebut sekaligus menjadi pijakan bagi para pesilat untuk meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi di tingkat daerah, nasional hingga internasional.
