Efisiensi dan Kekompakan Jadi Kunci Sukses Piala Wali Kota Open Surakarta
Jawa Tengah, 13 Oktober 2026 – Kesuksesan sebuah kejuaraan tidak selalu ditentukan oleh besarnya anggaran atau kemewahan fasilitas. Perencanaan yang matang, pengelolaan yang efisien, serta kekompakan panitia dan ofisial justru menjadi modal penting untuk menghadirkan kegiatan yang tertib, meriah, dan berkualitas. Prinsip inilah yang tercermin dalam penyelenggaraan Piala Wali Kota Open Surakarta 2026 di GOR Indoor Manahan, Surakarta, pada 10–11 Oktober 2026.
Di balik ramainya pertandingan yang diikuti atlet dari puluhan perguruan pencak silat di bawah naungan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) se-Kota Surakarta, tersimpan cerita kesederhanaan dan kerja bersama. Ketua Panitia Pelaksana, H. Suharno, yang akrab disapa Pak Dalang, bersama tim berupaya mengelola berbagai kebutuhan kegiatan secara efektif tanpa mengesampingkan kualitas penyelenggaraan.
Kejuaraan yang dibuka Wali Kota Surakarta Respati tersebut menjadi contoh bahwa keterbatasan anggaran bukan alasan untuk mengurangi semangat menghadirkan kegiatan yang baik. Dengan mengutamakan kebutuhan prioritas, koordinasi, dan pemanfaatan sumber daya secara tepat, panitia berupaya memastikan seluruh rangkaian pertandingan berlangsung lancar dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat.
Bagi Pak Dalang, kesederhanaan bukan sekadar soal menekan pengeluaran, melainkan juga tentang membangun kesadaran bahwa setiap sumber daya harus dikelola secara bertanggung jawab. Semangat tersebut terlihat dari keterlibatannya memantau persiapan sejak sebelum pemasangan perlengkapan hingga seluruh rangkaian acara selesai.
“Karena saya dipercaya sebagai ketua panitia, saya pastikan sejak sebelum pemasangan sampai acara selesai, semuanya saya pantau terus-menerus. Tujuannya agar Piala Wali Kota Surakarta berjalan lancar dan sukses, sesuai nasihat para leluhur dan Guru Besar PERSINAS ASAD,” ungkapnya.
Sebagai sosok yang terbiasa dididik dengan nilai-nilai karakter luhur pesilat di PERSINAS ASAD, Pak Dalang berupaya menerapkan kedisiplinan, tanggung jawab, kesederhanaan, dan kebersamaan dalam menjalankan tugas kepanitiaan. Baginya, kesuksesan kegiatan merupakan hasil kerja kolektif, bukan semata-mata pencapaian satu orang.
Di sela kesibukan, H. Suharno menyempatkan diri bersilaturahmi dan berdialog bersama jajaran IPSI Kota Solo, atlet, pelatih, serta ofisial ASAD Solo. Didampingi Bendahara PERSINAS ASAD Kota Surakarta yang akrab disapa Mas Rudi, ia juga mengingatkan pentingnya bersyukur dan membiasakan hidup hemat.
“Juara tidak harus mewah. Dengan sederhana kita semua bisa. Walaupun hanya makan nasi bungkus seadanya dilokasi acara bersama team, kita tetap harus bersyukur. Yang penting tetap semangat, belajar berhemat, dan tidak boros,” pesannya Pak Dalang sambil tertawa khas orang Solonya.
Pengalaman penyelenggaraan ini menjadi bahan evaluasi bahwa kegiatan besar perlu ditopang perencanaan realistis, pengawasan berkelanjutan, pembagian tugas yang jelas, dan komunikasi yang baik. Efisiensi bukan berarti mengurangi mutu, melainkan memastikan setiap pengeluaran memberikan manfaat bagi kelancaran kegiatan.
Piala Wali Kota Open Surakarta 2026 pun menghadirkan pelajaran berharga bagi penyelenggara kegiatan olahraga maupun organisasi kemasyarakatan. Dengan pengelolaan yang cermat dan semangat gotong royong, kegiatan yang sederhana dari sisi pembiayaan tetap dapat diselenggarakan secara meriah, tertib, dan berkualitas. Bagus tidak harus mahal; yang terpenting adalah bagaimana kegiatan direncanakan, dikelola, dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab. (Humas ASAD Jateng)
