PERSINAS ASAD

Empat Pengurus ASAD Brebes Masuk Kepengurusan IPSI, Perkuat Pembinaan Pencak Silat

Jawa Tengah – Kepengurusan baru Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Brebes periode 2026-2030 resmi dilantik. Di bawah kepemimpinan Moch. Iqbal Tanjung, kepengurusan ini langsung menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat tata kelola organisasi sekaligus meningkatkan pembinaan pencak silat di Kabupaten Brebes.

Pelantikan Pengurus Kabupaten (Pengkab) IPSI Kabupaten Brebes masa bakti 2026-2030 berlangsung di Pendopo Brebes, Minggu (13/9/2026). Sejumlah pengurus PERSINAS ASAD Kabupaten Brebes turut mendapat kepercayaan masuk dalam kepengurusan IPSI Brebes periode baru, termasuk Ketua PERSINAS ASAD Kabupaten Brebes.

Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antarperguruan pencak silat dalam membangun pembinaan yang lebih terarah dan berkelanjutan di Kabupaten Brebes.

Ketua IPSI Kabupaten Brebes, Moch. Iqbal Tanjung, mengatakan langkah awal kepengurusan baru adalah menyatukan barisan untuk menyusun peta jalan atau roadmap program selama lima tahun ke depan.

Roadmap tersebut akan mencakup program jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang, dengan pembinaan pesilat sebagai salah satu fokus utama.

“Fokus utama kita adalah pembinaan atlet pencak silat di Kabupaten Brebes. Namun tidak hanya itu, kami juga ingin membumikan pencak silat sebagai budaya lokal, serta membina seluruh elemen pendukung mulai dari pelatih, wasit, hingga juri,” ujar Iqbal.

Iqbal menyebut pembinaan pesilat membutuhkan program yang terstruktur agar regenerasi dapat berjalan secara berkelanjutan. Salah satunya melalui pembangunan database pesilat atau data center yang nantinya menjadi basis pemetaan potensi pencak silat di Kabupaten Brebes.

Selain itu, IPSI Brebes berencana menggelar kompetisi internal secara berkala serta meningkatkan kapasitas pelatih, wasit, dan juri.

Menurut Iqbal, langkah tersebut penting untuk memperluas kesempatan bertanding sekaligus menemukan bibit-bibit pesilat potensial dari berbagai wilayah dan perguruan pencak silat di Brebes.

“Ke depan kami serius melakukan pembinaan. Harapannya bisa mengirim lebih dari satu pesilat, syukur-syukur bisa 5 hingga 10 pesilat pada kejuaraan mendatang,” tegasnya.

Pada perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun ini, IPSI Brebes baru memproyeksikan pengiriman satu pesilat. Target peningkatan jumlah pesilat pada kejuaraan berikutnya menjadi salah satu indikator keberhasilan program pembinaan yang akan dijalankan.

Wakil Ketua Umum IPSI Jawa Tengah, Haris Nugroho, menekankan pentingnya visi jangka panjang dalam pengembangan pencak silat. Menurut dia, pencak silat tidak hanya perlu didorong untuk meraih prestasi di tingkat daerah dan nasional, tetapi juga memiliki peluang untuk berkembang di level internasional.

“Kami berharap pencak silat ke depan bisa tampil di ajang bergengsi level dunia seperti Olimpiade. Selain itu, kami mendorong agar pencak silat dapat masuk ke dalam kurikulum pendidikan dasar di Sekolah Dasar (SD) serta dikembangkan sebagai daya tarik wisata atau tourism,” kata Haris.

Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Brebes, Abdul Aris Assaad, menyatakan siap bersinergi dengan kepengurusan IPSI yang baru. Dukungan tersebut diarahkan untuk mengawal program pembinaan agar pencak silat Brebes mampu melahirkan pesilat berprestasi.

“KONI Brebes menyambut baik dan siap mendukung langkah-langkah strategis IPSI Brebes. Harapan kita bersama, pencak silat Brebes bisa melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional,” ungkap Abdul Aris.

Pelantikan tersebut turut dihadiri jajaran pengurus IPSI Provinsi Jawa Tengah, Kabid Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Brebes M. Aka Dharma, serta jajaran pengurus IPSI Kabupaten Brebes.

Masuknya empat pengurus PERSINAS ASAD Kabupaten Brebes dalam kepengurusan IPSI Brebes diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antarperguruan. Sinergi tersebut menjadi modal penting untuk membangun pembinaan pesilat yang lebih terukur, sekaligus menjaga pencak silat sebagai olahraga prestasi dan warisan budaya.