IPSI Bengkulu Gencarkan Turnamen, ASAD Siap Promosikan Pencak Silat kepada Generasi Muda
BENGKULU — Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Bengkulu menggencarkan penyelenggaraan turnamen dan promosi pencak silat untuk meningkatkan minat generasi muda terhadap seni bela diri tradisional Indonesia. Upaya tersebut disampaikan Ketua IPSI Kota Bengkulu, Dediyanto, S.Pt., M.AP., saat menghadiri Musyawarah Provinsi (MUSPROV) VI PERSINAS ASAD di Gedung DPW LDII Provinsi Bengkulu, Sabtu (24/10/2026).
Dediyanto yang juga anggota DPRD Kota Bengkulu mengatakan, pelestarian pencak silat perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui kompetisi, penguatan organisasi, dan promosi yang menjangkau masyarakat luas.
Salah satu langkah yang dilakukan IPSI Kota Bengkulu adalah menggelar turnamen secara rutin. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi pesilat untuk mengembangkan kemampuan, meningkatkan keterampilan, dan meraih prestasi.
“Salah satu langkah konkret yang kami lakukan adalah mengadakan turnamen pencak silat secara rutin. Melalui kegiatan ini, para pesilat memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan, meningkatkan prestasi, dan mengembangkan potensi mereka. Kami ingin pencak silat semakin dikenal dan diminati oleh generasi muda,” jelas Dediyanto.
Selain menggelar kompetisi, IPSI Kota Bengkulu memperkuat koordinasi dengan berbagai perguruan pencak silat. Upaya ini dilakukan untuk mempererat persaudaraan, membangun kebersamaan, dan menyatukan langkah dalam mengembangkan pembinaan pencak silat di daerah.
Dediyanto menilai keterlibatan seluruh perguruan penting untuk menciptakan pembinaan yang terarah. Melalui komunikasi dan kerja sama yang baik, setiap perguruan diharapkan berkontribusi melahirkan pesilat berprestasi yang memiliki karakter luhur.
“Pencak silat ini bukan hanya tentang pertandingan, tetapi juga tentang persaudaraan, kedisiplinan, pembentukan karakter, dan bagaimana kita menjaga warisan budaya bangsa agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya,” ujarnya.
Untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan, IPSI Kota Bengkulu juga telah menjalin nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Kerja sama tersebut diharapkan dapat mendukung penyelenggaraan turnamen pencak silat secara berkelanjutan.
IPSI Kota Bengkulu juga berencana memperkenalkan pencak silat melalui kegiatan publik, salah satunya agenda Car Free Night di kawasan Belengguk Point, Bengkulu. Kegiatan tersebut direncanakan menjadi ruang bagi berbagai perguruan untuk menampilkan seni dan keterampilan pencak silat secara langsung kepada masyarakat.
“Kami juga ingin pencak silat hadir di tengah-tengah masyarakat, tidak hanya di arena pertandingan. Melalui kegiatan seperti Car Free Night di Belengguk Point, masyarakat dapat melihat secara langsung seni dan keterampilan pencak silat. Harapannya, anak-anak muda semakin tertarik untuk mengenal, mempelajari, dan ikut melestarikannya,” kata Dediyanto.
Dalam agenda tersebut, seni bela diri PERSINAS ASAD direncanakan turut ditampilkan bersama perguruan lainnya. Penampilan ini diharapkan dapat memperkenalkan pencak silat sekaligus menyampaikan nilai-nilai positif yang terkandung di dalamnya, seperti kedisiplinan, akhlak, persaudaraan, serta pembinaan mental dan spiritual.
PERSINAS ASAD tidak hanya mengembangkan keterampilan bela diri, tetapi juga menjadikan pencak silat sebagai sarana pembinaan karakter dan penyampaian nilai-nilai kebaikan. Melalui pendekatan tersebut, pencak silat diharapkan dapat berkontribusi dalam membentuk generasi muda yang berbudi pekerti luhur.
Dediyanto berharap berbagai upaya tersebut mampu meningkatkan ketertarikan generasi muda terhadap pencak silat sekaligus memperkuat pelestarian warisan budaya Indonesia.
Menurutnya, keberlangsungan pencak silat membutuhkan dukungan organisasi, perguruan, pemerintah, dan masyarakat. Sinergi berbagai pihak diharapkan dapat memperluas kesempatan bagi generasi muda untuk belajar, mengembangkan kemampuan, dan meraih prestasi.
Melalui turnamen rutin, penguatan kerja sama ant perguruan, dukungan pemerintah, serta promosi di ruang publik, IPSI Kota Bengkulu berupaya menjadikan pencak silat semakin dekat dengan masyarakat. Dengan demikian, pencak silat tidak hanya lestari sebagai warisan budaya, tetapi juga menjadi sarana membangun generasi muda yang berprestasi, berkarakter, dan memiliki kecintaan terhadap budaya bangsa.
