Ketua PERSINAS ASAD Bengkulu Jadi Narasumber Sosialisasi PPSN 2026
BENGKULU – Ketua Pengprov PERSINAS ASAD Bengkulu, Triyono, menjadi narasumber dalam Sosialisasi Peraturan Pencak Silat Nasional (PPSN) 2026 yang digelar Pengprov Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Bengkulu pada 2–3 November 2026. Kegiatan ini menjadi pembekalan bagi pelatih dan wasit juri menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) dan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Bengkulu cabang olahraga pencak silat.
Sosialisasi tersebut bertujuan menyamakan pemahaman pelatih dan wasit juri mengenai peraturan pertandingan yang akan digunakan dalam POPDA dan PORPROV Bengkulu. Keseragaman pemahaman dinilai penting untuk memastikan pertandingan berlangsung sesuai ketentuan serta menjunjung prinsip keadilan.
Triyono, yang juga merupakan wasit juri internasional, menekankan pentingnya penguasaan peraturan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pertandingan. Menurutnya, pelatih dan wasit juri memiliki peran strategis dalam menentukan kualitas dan jalannya pertandingan di lapangan.
“Wasit dan pelatih harus faham dengan peraturan pencak silat, bisa menjadi bekal dalam mencetak atlit yang profesional,” tegas Triyono, Ketua Pengprov PERSINAS ASAD Bengkulu.
Ia juga menjelaskan bahwa pemahaman terhadap peraturan tidak hanya menjadi tanggung jawab wasit juri, tetapi juga pelatih dalam membina pesilat.
“Kalau wasit yang bertugas faham aturan, pertandingan POPDA dan PORPROV akan berjalan adil. Kalau pelatih yang bertugas faham aturan, dia akan mendampingi dan melatih atletnya sesuai aturan, bukan sekadar asal menang. Dari situlah lahir atlet yang profesional,” lanjutnya.
Materi sosialisasi PPSN 2026 mencakup peraturan pertandingan kategori tanding dan seni, sistem penilaian, kriteria kemenangan, jenis pelanggaran, tata cara protes, serta mekanisme pengambilan keputusan yang tepat selama pertandingan.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua KONI Provinsi Bengkulu, Ketua Umum Pengprov IPSI Bengkulu, para Ketua IPSI kabupaten/kota di Bengkulu yang juga merupakan anggota DPRD Provinsi Bengkulu, serta pelatih dan wasit juri dari kabupaten se-Provinsi Bengkulu yang akan bertugas dalam POPDA dan PORPROV Bengkulu.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta terlihat antusias mengikuti materi. Mereka aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang kerap terjadi di lapangan, mulai dari penilaian jurus, pelanggaran pertandingan, hingga keputusan wasit yang sering menjadi perdebatan.
Kehadiran jajaran pimpinan KONI dan IPSI Provinsi Bengkulu dalam kegiatan ini menunjukkan perhatian terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam pencak silat, khususnya pelatih dan wasit juri yang akan bertugas pada ajang olahraga tingkat daerah.
Melalui sosialisasi PPSN 2026, diharapkan seluruh pelatih dan wasit juri memiliki standar pemahaman yang seragam sehingga pelaksanaan pertandingan pencak silat pada POPDA dan PORPROV Bengkulu dapat berlangsung tertib, adil, dan transparan.
PERSINAS ASAD Bengkulu menyambut positif kepercayaan yang diberikan kepada Triyono sebagai narasumber dalam kegiatan tingkat provinsi tersebut. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari kontribusi organisasi dalam pembinaan pencak silat, tidak hanya melalui pencetakan pesilat, tetapi juga peningkatan kapasitas pelatih dan wasit juri di Provinsi Bengkulu.
