PERSINAS ASAD

Kisah Dibalik Sukses Meraih Tiket Juara O2SN, Perjuangan yang Penuh Semangat

Papua Barat, Jum’at 24 Juli 2026/10 Shafar 1448 H, Gelaran Kejuaraan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat Nasional 2026 memang telah usai (15-16/07/2026) namun di balik keberhasilannya meraih tiket juara O2SN tersebut, tersimpan sebuah kisah perjuangan yang penuh semangat, dedikasi disiplin dan pengorbanan.

Adalah Fajar Abdurahman putra kebanggaan Bapak Wahyono dan ibu Iva Ma’rivah yang sepekan sebelum mengikuti seleksi O2SN Tingkat Provinsi Papua Barat, Fajar terlebih dahulu mengikuti Turnamen Pencak Silat Kasuari Club di Manokwari (8-10 /07/2026). Pada ajang tersebut, ia tampil gemilang dengan meraih medali emas kategori Seni Remaja dan medali emas kategori Fighter Remaja Kelas F dengan berat badan sekitar 65 kg.

Namun, tantangan yang sesungguhnya baru dimulai ketika mengikuti seleksi O2SN. Berbeda dengan turnamen sebelumnya, pada O2SN Fajar harus bertanding di Kelas E, yang mensyaratkan berat badan 54–59 kg. Dengan berat badan awal 65 kg, ia harus menurunkan berat badan hingga mencapai batas maksimal 59 kg. Jika gagal memenuhi persyaratan tersebut, ia dipastikan tidak dapat mengikuti pertandingan.

Berkat tekad yang kuat, disiplin yang tinggi, serta dedikasi yang luar biasa, Fajar berhasil menurunkan berat badannya dari 65 kg menjadi 59 kg hanya dalam waktu enam hari. Sebuah pencapaian yang membutuhkan kerja keras, pengorbanan, dan mental yang tangguh. Usahanya pun membuahkan hasil ketika ia dinyatakan lolos pada sesi penimbangan resmi.

Keberhasilan melewati tantangan tersebut semakin menumbuhkan rasa percaya dirinya. Pada pertandingan O2SN Tingkat Provinsi, Fajar kembali menunjukkan kemampuan terbaiknya dengan meraih Juara I kategori Seni dan Juara II kategori Fighter. Hasil pada kategori Fighter diduga dipengaruhi oleh kondisi fisik yang belum sepenuhnya prima setelah proses penurunan berat badan yang cukup drastis, sehingga energinya tidak berada pada kondisi optimal saat bertanding.

Meski demikian, akumulasi nilai dari kedua kategori tersebut menempatkan Fajar sebagai peserta dengan perolehan nilai tertinggi, sehingga ia resmi terpilih sebagai wakil Provinsi Papua Barat pada O2SN Tingkat Nasional yang akan diselenggarakan pada bulan September 2026.

Kisah Fajar menjadi bukti bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh bakat, tetapi juga oleh kerja keras, disiplin, ketekunan, dan semangat pantang menyerah dalam menghadapi setiap tantangan.