Muskab VI PERSINAS ASAD Mojokerto Perkuat Pembinaan Pesilat dan Regenerasi Organisasi
Jawa Timur (15/06) – PERSINAS ASAD Kabupaten Mojokerto menggelar Musyawarah Kabupaten (Muskab) VI sebagai forum tertinggi organisasi tingkat kabupaten sekaligus momentum memperkuat pembinaan pesilat dan regenerasi kepengurusan. Kegiatan tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Baitul Mansurin, Desa Jasem, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (13/6/2026), dengan diikuti sebanyak 109 peserta.
Muskab VI dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, Teguh Gunarto, yang hadir mewakili Bupati Mojokerto. Turut hadir Ketua Pengprov PERSINAS ASAD Jawa Timur Dedid Cahya Happyanto, Ketua IPSI Kabupaten Mojokerto Samsul Muarifin, Ketua DPD LDII Kabupaten Mojokerto M. Yohan Abdillah, Ketua Senkom Mitra Polri Kabupaten Mojokerto Fahudi Rakhmad, serta para pimpinan perguruan pencak silat se-Kabupaten Mojokerto.
Dalam sambutannya, Teguh Gunarto berharap seluruh rangkaian musyawarah dapat berlangsung dengan lancar serta menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan organisasi.
“Semoga seluruh rangkaian acara berjalan lancar, tertib, dan menghasilkan keputusan yang terbaik. Terutama terpilih pengurus baru dan ketua baru yang memiliki visi, semangat, serta kemampuan untuk terus memajukan PERSINAS ASAD Kabupaten Mojokerto ke arah yang lebih baik,” ujarnya.
Menurut Teguh, PERSINAS ASAD memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda melalui pembinaan pencak silat. Selain meningkatkan kemampuan bela diri dan prestasi olahraga, pembinaan yang dilakukan juga menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, sportivitas, serta cinta tanah air.
Ia menilai pembinaan karakter menjadi kebutuhan penting di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini. Karena itu, organisasi olahraga yang mengedepankan pembinaan moral dan akhlak dinilai mampu menjadi bagian dari upaya mencetak sumber daya manusia yang berkualitas.
Selain menjadi forum pemilihan kepengurusan baru, Muskab VI juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi program kerja kepengurusan sebelumnya sekaligus menyusun arah kebijakan organisasi pada periode mendatang. Berbagai agenda strategis dibahas, mulai dari penguatan tata kelola organisasi, peningkatan kualitas pembinaan pesilat, hingga memperluas sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Ketua Pengprov PERSINAS ASAD Jawa Timur, Dedid Cahya Happyanto, mengapresiasi pelaksanaan Muskab VI sebagai bagian dari konsolidasi organisasi yang terus dijaga secara berkelanjutan.
Menurutnya, keberhasilan sebuah perguruan tidak hanya diukur dari prestasi pesilat di arena pertandingan, tetapi juga dari kemampuan organisasi dalam menjalankan kaderisasi kepemimpinan serta menjaga kesinambungan program pembinaan.
Melalui Muskab VI ini, PERSINAS ASAD Kabupaten Mojokerto diharapkan semakin solid dalam menjalankan perannya sebagai wadah pembinaan pencak silat. Organisasi tidak hanya dituntut melahirkan pesilat-pesilat berprestasi, tetapi juga berkontribusi dalam melestarikan budaya pencak silat dan membentuk generasi muda yang berkarakter.
Forum musyawarah tersebut nantinya akan menghasilkan kepengurusan baru yang diharapkan mampu melanjutkan berbagai program pembinaan sekaligus menjawab tantangan pengembangan organisasi di masa mendatang. Dengan dukungan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan, PERSINAS ASAD Kabupaten Mojokerto optimistis terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan olahraga pencak silat di Kabupaten Mojokerto.
