PERSINAS ASAD

Pasanggiri Putri ASAD Kerinci Diikuti Ratusan Peserta, Perkuat Semangat Berlatih

Jambi — Ratusan warga PERSINAS ASAD mengikuti Pasanggiri Putri tingkat Kabupaten Kerinci yang digelar di Gedung Olahraga (GOR) Desa Mekar Jaya, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi, Minggu (4/10/2026). Kegiatan ini menjadi ajang untuk menunjukkan kemampuan, meningkatkan semangat berlatih, sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga PERSINAS ASAD.

Pasanggiri tersebut diikuti peserta dari sejumlah kontingen, yakni Gunung Tujuh, Kayu Aro Zona Tengah, Kayu Aro Zona Timur, Kayu Aro Zona Barat, dan Gunung Raya.

Kegiatan ini turut dihadiri Dewan Pembina PERSINAS ASAD Kabupaten Kerinci, jajaran pengurus kabupaten, Dewan Pembina dan ketua PERSINAS ASAD tingkat kecamatan, serta para pelatih dan pendekar sabuk merah se-Kabupaten Kerinci.

Dewan Pembina PERSINAS ASAD Kabupaten Kerinci, Ustaz Pardi Amir Ma’ruf, dalam sambutannya mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik, salah satunya dengan rutin mengikuti latihan pencak silat di padepokan masing-masing.

Menurutnya, latihan pencak silat tidak hanya bermanfaat untuk menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga menjadi sarana pembinaan diri bagi warga PERSINAS ASAD.

“Silat ini merupakan suatu kegiatan yang sangat bermanfaat untuk diri kita. Dengan merutinkan latihan PERSINAS ASAD, kita sudah berupaya menjaga kesehatan,” ujarnya.

Pardi juga mengingatkan peserta agar mengikuti pasanggiri dengan niat yang baik. Menurutnya, keikutsertaan dalam kegiatan tersebut tidak semata-mata untuk mendapatkan hadiah, tetapi juga sebagai bentuk kesungguhan dalam mengikuti arahan organisasi dan meningkatkan kualitas diri.

“Tujuan utama kita mengikuti pasanggiri ini jangan hanya mencari hadiah, tetapi niatkan untuk meningkatkan ketaatan kita terhadap pengurus PERSINAS ASAD, mulai dari tingkat pusat hingga tingkat padepokan,” katanya.

Ketua PERSINAS ASAD Kabupaten Kerinci, Bonasip Sutrisno, menyampaikan bahwa terselenggaranya kegiatan tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari Dewan Pembina, jajaran pengurus, hingga seluruh panitia.

Ia mengapresiasi dukungan yang diberikan sehingga pasanggiri dapat terlaksana dan menjadi wadah bagi warga untuk menunjukkan kemampuan serta memperkuat kebersamaan.

Bonasip juga mengingatkan peserta agar bijak dalam mengunggah konten kegiatan ke media sosial. Menurutnya, setiap informasi yang dipublikasikan perlu memperhatikan etika dan menjaga hubungan baik dengan perguruan pencak silat lainnya.

“Dalam mengunggah kegiatan PERSINAS ASAD, kita harus menjaga setiap kata yang kita ketik. Jangan sampai kita menyinggung perguruan lain, karena kita semua ini adalah satu kesatuan, yaitu untuk melestarikan warisan budaya Indonesia,” tuturnya.

Selain etika bermedia sosial, Bonasip meminta seluruh peserta menaati peraturan yang telah ditetapkan panitia. Kedisiplinan dan ketertiban peserta dinilai penting agar kegiatan berjalan lancar sesuai rencana.

“Peserta harus tertib dan siap berada di lokasi selama gelaran pasanggiri ini agar dapat berjalan lancar sesuai dengan rencana,” tegasnya.

Pasanggiri Putri tingkat Kabupaten Kerinci ini menjadi salah satu upaya PERSINAS ASAD dalam menjaga semangat latihan sekaligus mengenalkan pencak silat kepada generasi muda.

Melalui kegiatan tersebut, warga diharapkan semakin aktif mengikuti pembinaan di padepokan, menjaga nilai-nilai luhur organisasi, serta turut melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.

Selain menjadi ajang unjuk kemampuan, pasanggiri juga diharapkan memperkuat persaudaraan dan menumbuhkan sikap disiplin, sportivitas, serta tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.