PERSINAS ASAD

PB PERSINAS ASAD Kukuhkan Pengprov DKI Jakarta 2025–2030, Perkuat Peran Strategis dan Pembinaan Prestasi

DKI Jakarta (24/08) – Pengurus Besar Persinas ASAD mengukuhkan Pengurus Provinsi (Pengprov) PERSINAS ASAD DKI Jakarta masa bakti 2025–2030 di Jakarta, Minggu (23/8/2026). Pengukuhan tersebut sekaligus menegaskan posisi strategis DKI Jakarta dalam mendukung program organisasi, pembinaan atlet, serta pengembangan prestasi PERSINAS ASAD di tingkat nasional.

Ketua Umum PB PERSINAS ASAD, Marsma TNI (Purn) H. Sukur, mengatakan Pengprov DKI Jakarta memiliki peran penting dalam struktur organisasi nasional. Selain menjadi salah satu tumpuan pelaksanaan berbagai agenda PB, kontribusi DKI Jakarta juga tercermin dari sumber daya manusia yang terlibat dalam kepengurusan pusat.

Menurut H. Sukur, sekitar separuh jajaran pengurus PB PERSINAS ASAD berasal dari DKI Jakarta. Kondisi tersebut membuat koordinasi antara kepengurusan pusat dengan DKI Jakarta berlangsung erat, sekaligus membawa konsekuensi berupa tanggung jawab organisasi yang lebih besar.

“Daerah-daerah lain belum tentu mendapatkan tugas-tugas tambahan. Kalau DKI terus ada lagi, ada lagi. Bahkan yang sudah diprogramkan di DKI sendiri belum dilaksanakan, sudah ada tambahan dari PB,” ujar H. Sukur seusai pengukuhan.

Ia pun mengapresiasi kemampuan Pengprov PERSINAS ASAD DKI Jakarta dalam mendukung berbagai agenda PB, termasuk ketika organisasi membutuhkan mobilisasi pesilat dalam waktu relatif singkat. Kemampuan tersebut, menurutnya, menunjukkan soliditas dan koordinasi organisasi yang terpelihara hingga tingkat akar rumput.

Sementara itu, Sekretaris Umum PB PERSINAS ASAD, Weda Hendragiri menegaskan bahwa bidang prestasi menjadi salah satu pilar penting dalam program PB PERSINAS ASAD.

Menurut Weda, pembinaan prestasi tidak semata-mata diarahkan untuk memperoleh medali, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan reputasi perguruan melalui pencapaian atlet pada berbagai jenjang kompetisi.

Khusus untuk DKI Jakarta, Weda menilai terdapat potensi sumber daya manusia pencak silat yang besar dan perlu dioptimalkan.

Sejumlah pesilat yang pernah tergabung dalam tim pelatnas berada di wilayah Jakarta, di antaranya Ausri Bayusro beserta istrinya, Ahmad Firdaus, serta Fahmi Fadli. Potensi dan pengalaman para pesilat tersebut dinilai dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pembinaan pesilat PERSINAS ASAD. Ia pun mendorong Pengprov DKI Jakarta untuk merangkul dan memberdayakan sumber daya tersebut,

Melalui kepengurusan baru masa bakti 2025–2030, diharapkan Pengprov PERSINAS ASAD DKI Jakarta dapat terus meningkatkan kapasitas organisasi maupun kualitas pembinaan prestasinya, sehingga dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan pencak silat Indonesia.