PERSINAS ASAD Kudus Borong Medali pada Ajang POPDA Kabupaten Kudus 2026
Jawa Tengah (29/05) – Kejuaraan pencak silat dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kabupaten Kudus 2026 resmi berakhir di GOR Bung Karno Kudus, Jawa Tengah.
Kompetisi yang berlangsung pada Selasa (12/5/2026) tersebut diikuti ratusan pelajar dari berbagai sekolah dan perguruan pencak silat se-Kabupaten Kudus.
Dalam ajang tersebut, PERSINAS ASAD Kudus tampil impresif dengan memborong medali di berbagai kelas pertandingan. Dari 10 pesilat yang diturunkan, seluruhnya berhasil membawa pulang medali.
Sebanyak tujuh medali emas berhasil diraih oleh M. Abdul Dohir Kayyis, Al Ham Fardan, Sakti Satria Lubis, Septian Ramadhan, M. Rizqy Nashrulloh, M. Ja’far Husein, dan Baim Arkananta.
Sementara medali perak diraih Dezka Aditya Rianto, sedangkan dua medali perunggu dipersembahkan Fighter Reyfal Sandi dan Naufal Khalish Pratama.
Raihan tersebut menempatkan PERSINAS ASAD Kudus sebagai salah satu perguruan dengan perolehan medali terbanyak dalam POPDA Kabupaten Kudus 2026.
Ketua DPD LDII Kabupaten Kudus, Muhammad Asad, menyampaikan apresiasi atas capaian para pesilat PERSINAS ASAD Kudus. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga dapat berjalan seiring dengan pembentukan karakter generasi muda.
“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar LDII Kudus. Anak-anak tidak hanya dibina untuk berprestasi di arena pertandingan, tetapi juga dibentuk karakter dan akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia menambahkan, pencak silat tidak hanya melatih kemampuan fisik, tetapi juga membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, dan sportivitas para pesilat muda.
Menurutnya, hasil yang diraih tidak lepas dari proses latihan rutin, kedisiplinan, serta pendampingan para pelatih selama persiapan menuju POPDA.
“Anak-anak berlatih cukup intens selama beberapa bulan terakhir. Hasil ini menjadi buah dari kerja keras pesilat, pelatih, dan dukungan orang tua,” katanya.
Selama pertandingan berlangsung, para pesilat PERSINAS ASAD tampil konsisten sejak babak penyisihan hingga final. Mereka mampu menunjukkan teknik bertanding serta mental kompetisi yang kuat.
Muhammad Asad berharap para pesilat dapat terus meningkatkan kemampuan dan menjaga semangat latihan untuk menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.
“Kami berharap para pesilat tetap rendah hati, terus meningkatkan kemampuan, dan menjaga disiplin latihan agar dapat bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” tutupnya.
